Urang Balunau

Harly B. Poetra
Chapter #1

PROLOG

Kuputuskan untuk mengurung diri rapat-rapat di dalam kamar mandi kayu nan gelap, di sisi kiri Rumah Gadang. Aku benar-benar butuh kenikmatan instan sekarang juga. Aku sudah tidak peduli dengan wabah, tidak peduli dengan kematian ayah, atau apa pun yang terjadi di dalam Rumah Gadang ini.

Kukeluarkan ponsel keluaran lamaku. Sudah lama aku ingin menggantinya, tapi tak pernah diberikan uangnya oleh istriku, Isye. Haha! Menurut kalian lucu, kan?! Aku tidak punya kuasa dibandingkan istriku. Ya, memang!

"Yasit!! Keluar ga lo! Mau sampai kapan lu jadi pengecut gitu, hah?!" Suara Isye, istriku, yang semakin kencang dari balik pintu kamar mandi, mengalahkan derasnya hujan badai yang sudah tiga hari mengurung kami di dalam rumah adat ini.

Lihat selengkapnya