V.R.R - Virasat Rumah Rubuh

stillzee
Chapter #1

Azan Yang Tertukar

Dreeeeet….

​Pintu kamar itu terbuka pelan, hampir tak terdengar. Dengan langkah berjinjit, seorang laki-laki masuk sambil membungkuk, mengambil ancang-ancang tepat di samping telinga seorang gadis yang tengah mendengkur halus.

​"RAKA! BANGUN! DIKIT LAGI JAM ENAM! CEPETAN LU SEKOLAH GAK?! BEGADANG MULU SIH LU!"

​Suara ledakan itu sukses membuat Rakadinda melonjak kaget. Nyawanya belum terkumpul, matanya pun masih lengket, tapi tangan abang pertamanya, Van Albert, sudah menariknya paksa hingga ia berdiri goyah di samping tempat tidur.

​"Udah, nggak usah mandi! Buruan! Lu udah kena omel Bunda gara-gara guru lu nelpon terus, katanya lu telat mulu!" cerocos bangVan penuh kepanikan yang dibuat-buat.

​Raka yang masih dalam kondisi loading cuma bisa pasrah. Dia mengikuti gerakan abangnya yang dengan sigap memakaikan seragam sekolah secara asal ke badannya yang masih lemas. Seragam itu kancingnya miring, tapi Raka tak sempat protes.

​"Udah, cepet! Lama banget lu! Sono berangkat!" bangVan mendorong punggung Raka keluar kamar.

​Raka sempat bengong melihat ruang tamu yang sepi. Dia melirik jam dinding bulat—benar, jarumnya menunjukkan 6 kurang 15 menit. "Bunda sama Abah mana?" tanya Raka dengan suara serak khas bangun tidur.

​"Udah berangkat kerja! Buruan, ntar Bunda ditelpon guru lu lagi kalau lu telat!"

​Tanpa sempat cuci muka apalagi mengecek kalender, Raka mengikuti insting "otomatis"-nya. Dia membuka pintu rumah, mengucap salam singkat, menyambar kunci motor yang biasa tergeletak di tas sekolahnya, lalu memacu motornya dengan kecepatan penuh menuju sekolah.

​Di dalam rumah, bangVan Langsung meledakkan tawa yang sejak tadi ia tahan. Di saat yang sama, sebuah kepala menyembul dari pintu kamar depan. Itu Roger Danuarta, abang keduanya.

Lihat selengkapnya