"Vroom! VRRRROOOM!" Suara motor matic Raka yang sudah lama tidak diservis berhenti mendadak tepat di depan pintu rumah. Ctek! Suara mesin mati seketika, disusul bunyi BRAK! dari standar motor yang diturunkan dengan tenaga penuh. Raka melepas helmnya, aura "galak" sudah terpancar bahkan sebelum ia melangkah masuk ke dalam rumah.
Langkah besar dengan tangan mengembang yang Raka lakukan membuatnya terlihat seperti Godzilla yang sedang ingin menghancurkan kota Tokyo. Ia melangkah penuh amarah menuju pintu depan.
BRAKKK!
Pintu terbuka dengan kencang. Ternyata, di ruang tamu sudah ada Abah dan Bunda yang sedang bersantai.
"Astagfirullah!" ucap Abah dan Bunda bersamaan karena terkejut.
"Kaaa, Maghrib ini! Pelan-pelan," ucap Abah yang kaget melihat kelakuan anak bungsunya itu.
Bunda yang ikut terkejut menyahut, "Ucap Assalamualaikum, Ka. Ih, kamu mah... Ngapain pakai baju seragam sekolah? Ada acara...?"
Belum selesai Bundanya bicara, Raka langsung berteriak sambil menangis persis anak kecil yang minta mandi bola ke orang tuanya.
"BUNDAAAAAAAA... ABAHHHHHH! Huaaaaaaah!"
"Gak mau! Pokoknya Raka mau berhenti sekolah! Raka malu, besok pasti diledekin... Raka gak mau sekolah, pokoknya Raka mau home schooling, titik!" teriaknya sambil mendadak rebahan dan tantrum di lantai ruang tamu.
Bunda dan Abah hanya bisa melongo bingung melihat si "anak ganteng" mereka tiba-tiba berguling-guling. "Kamu kenapa sih, Ka? Ngomong dulu ke Bunda, jangan tiduran di bantai, Ka."
"LANTAI, Bunda! Bukan BANTAI!" Raka yang terdistraksi kalimat Bundanya langsung berdiri dan berhenti tantrum seketika.