V.R.R - Virasat Rumah Rubuh

stillzee
Chapter #4

Rahasia Rekayasa

Tok... tok...

​"Abah masuk ya, Ka..." ucap Abah sambil membuka pintu kamar anak gadisnya dengan lembut.

​"Ka, sudah ya ngambeknya. Sudah malam, kita harus makan bareng, yuk," ajak Abah sambil mengelus rambut anak bungsunya yang tengah tengkurap di atas kasur.

​"Gak. Makan aja tanpa Raka," jawab Raka singkat.

​"Ayo dong, Abah maunya kita makan bareng," Abah mengeluarkan suara sedih, berusaha mengambil hati putrinya yang paling cantik sekaligus ganteng itu.

​Raka yang tiba-tiba punya ide langsung terduduk tegak di kasur. "Aku bakal makan, tapi Abah harus setuju sama apa yang Raka omongin nanti di ruang makan ya?"

​Abah yang sangat menyayangi si bungsu langsung memberi hormat secara spontan. "Siap, Komandan!"

​"Oke, let's go, Bah!"

​Pas keluar kamar, ternyata semua anggota keluarga sudah kumpul di meja makan. Raka jalan sambil menekuk alisnya, dia nggak langsung duduk di kursi. Abah yang sudah duduk duluan bertanya heran, "Kenapa, Ka?"

​"Abang suruh makan di ruang tamu. Raka nggak mau liat mukanya pas makan, takut Raka muntah, Bah!"

​BangJer yang liat tingkah adiknya langsung ketawa ngakak. "Mampus! Diusir sama Nyonyah!"

​BangVan langsung berdiri dan menunjuk wajah Raka. "Dih! Lu kata gue berani sama lu? KAGAK! Hehe... hampura (maaf), Ndoro, hamba bakal makan di ruang tamu sekarang."

​Abah memberikan tatapan kode supaya BangVan memang sebaiknya makan di ruang tamu saja demi kedamaian dunia. Sebelum pergi, BangVan sempat melirik wajah Bunda. Ternyata Bunda juga ikut mengernyitkan alis sambil memberikan kode tangan untuk mengusirnya tanpa ketahuan Raka.

Lihat selengkapnya