VALERATH: ZYGUBA

R.J. Agathias
Chapter #5

Bab 05 - Perjalanan yang Berbahaya

Setelah bocah remaja itu berjalan cukup jauh, ia menemukan aliran sungai kecil berair jernih. Suara aliran air dari sungai membuat pikiran Xander sedikit tenang. Lantas, ia segera membersihkan tubuhnya yang terkena noda darah dan membilasnya hingga bersih. Begitu pun dengan pedang yang dibawanya.

Karena cukup lelah, Xander memutuskan berisitrahat sejenak dengan duduk di sebongkah batu di pinggir sungai. Jiwanya merenung, mengingat kembali peristiwa jauh sebelum ia terdampar di dunia ini.

Batinnya terus menyalahkan keadaan. Kenapa ia terdampar? Dan mengapa hanya dirinya yang dihukum oleh takdir. Penguasa semesta dituding tidak adil terhadapnya.

“Apa salahku?” pikirnya ketus.

Sejak matanya terpejam, refleksi batin mengurai dalam pikirannya. Kejadian ketika Xander diam tak berdaya menghadapi tiga orang penganggu di sekolahnya.

Gelak tawa menjerit tatkala ketiganya sukses menganggu Xander yang tak berdaya ketika dijahili. Seolah-olah Xander adalah mainan yang menghibur mereka bertiga.

Suatu hari, ketika di toilet sekolah … Klaus—salah satu pengganggu—menghadang Xander dan memaksanya berlutut di depan closet duduk. Yang paling Xander benci adalah saat Klaus mendorong kepala Xander dan mencoba membenamkan ke dalam sebuah toilet duduk.

Xander mencoba meronta, tangan kiri menahan sekuat tenaga, tangan kanannya tak sengaja menekan tombol penyiram. Klaus tertawa renyah, sedangkan Xander berteriak untuk segera menghentikan perbuatan menyebalkan tersebut.

Xander melihat dengan jelas detik-detik pusaran air ketika tombol penyiram tak sengaja ditekan. Pusaran air yang cepat itu adalah detik-detik di mana keanehan terjadi. Xander merasa terseret ke dalamnya dan tak sadarkan diri.

Saat siuman, dunia aneh inilah yang pertama kali ia lihat. Ia merasa terdampar ke dunia Antah Berantah, pikirnya.

Xander membuka kembali matanya, masih terduduk melepas penat di atas sebongkah batu di sisi sungai.

“Harusnya aku tak terlibat dengan menolong dua makhluk lemah tadi. Salahku memang,” pungkas Xander menyesal atas aksinya saat itu.

Suasana yang damai dan hening itu membuat pendengarannya mampu mendengar dua atau lebih makhluk berbicara dari kejauhan.

“Ada sesuatu mendekat ke arah sini,” pikir Xander sambil meraih pedang di dekatnya dan melompat turun dari batu tempatnya duduk.

Xander membungkuk sambil mencari-cari dari arah mana suara pembicaraan tersebut. Dari arah seberang sungai, muncul tiga anomali lain yang cukup berbeda dengan dua makhluk sebelumnya. Xander menyembunyikan diri di balik batu besar agar tidak ketahuan.

Ketiga anomali itu seperti menangkap dan mencari sesuatu di sungai. Xander juga jelas sedikit mendengar percakapan tentang makan dan memasak. Dipikir, perutnya mulai keroncongan, sejak siuman ia belum makan apa pun.

“Mungkin ada hewan yang aman dan bisa kumakan di dunia ini. Semoga,” ucap Xander dalam hati.

Lihat selengkapnya