VALERATH: ZYGUBA

R.J. Agathias
Chapter #17

Bab 17 - Zona Tersembunyi

Reida berdiri, menyapu pandangan ke semua arah secara perlahan. Mencoba mengingat sebagai titik area yang sangat penting. Pandangan Reida fokus pada makhluk kecil yang berdiam santai di pinggir kolam oase.

Reida beranjak mendekati makhluk mungil tersebut tanpa sepengetahuan Xander.

Meski saat ini di sekitar oase hampir tak ada makhluk apapun selain mereka berdua, tetapi Tettom bukanlah makhluk penjaga sembarangan.

Entah dengan cara apa bisa jadi memantau mereka dari jauh atau mantra yang diberikan membuat makhluk semacam Tettom bisa mendeteksi keberadaan mereka.

"Untuk saat ini aku tak boleh gegabah memeriksa batu itu," batin Reida sambil melirik sesaat pada rimbunan semak yang menutupi papan batu.

Reida menginjak ujung pegangan pedang yang tergeletak di samping kolam oase, dengan hentakan keras membuat pedang itu terangkat sampai ke punggung kaki dan langsung menendang pelan ke atas.

Ujung pedang segera digenggam Reida kemudian dilempar ke arah Xander sambil berkata, "Ambil senjatamu dan bersiaplah!"

Xander menangkapnya dengan mudah. "Terima kasih."

"Lalu ... apa yang akan kau lakukan sekarang?" tanya Reida.

Xander menyunggingkan senyum dan menjawab, "Tentu saja melanjutkan pencarian Aiden!"

Reida tersenyum tipis, Xander terlalu polos untuk memikirkan bahwa tubuhnya telah dimantrai makhluk buas dan tak bisa keluar dari Benua Hitam. Yang dipikirkan bocah itu saat ini hanyalah menyelamatkan dan bertemu Aiden.

"Ada satu pertanyaan yang membuatku penasaran," ujar Xander seraya memandang bilah pedang yang memantulkan bayangan wajahnya separuh.

Reida menoleh dan membiarkan Xander melanjutkan ucapannya.

"Mengapa kau dan makhluk buas itu berpikir ingin menyelamatkanku?" tanya Xander sambil menatap tajam ke arah Reida.

"Apa kau serius bertanya hal itu?" Reida balik bertanya.

"Ya. Jelaskan." Xander mengangguk.

Reida berjalan pelan hingga keduanya saling berhadapan. Tampak jelas perbedaan jauh ukuran tubuh mereka. Xander mengangkat dagu untuk menatap langsung wajah sang Pendekar dengan tubuh kekar yang terbungkus jubah.

"Jika bukan karena hal yang penting. Sudah lama aku membunuhmu atau membiarkanmu mati," jawab Reida seraya telapak tangannya menyentuh kepala Xander diikuti senyuman tipis.

"Huh? Hei. Itu tidak menjelaskan apa pun!" Xander protes.

Xander langsung menepis tangan Reida yang menyentuh kepalanya karena merasa risih. Namun, Reida tak akan lanjut menjelaskan pertanyaan Xander tadi. Meski bocah itu belum puas atas jawaban tersebut.

Reida berbalik badan dan memunggungi Xander lalu berkata, "Bukankah kau ingin segera menemukan Aiden? Jangan membuang-buang waktu."

Merasa tak ada lagi pertanyaan, Xander hanya mengedikkan bahu dan mendekat ke arah Reida.

"Di daratan seluas ini, bagaimana caramu menemukan Aiden?" tanya Reida.

"Insting ... mungkin." Xander menyeringai hingga susunan gigi terlihat.

Reida menepuk dahi, seharusnya dia tak perlu menanyakan hal itu pada Xander. Dia hanya sebatas anak remaja polos yang terdampar dan masih hidup karena suatu keberuntungan semata.

Lihat selengkapnya