VALLIS

reiisukmawijaya
Chapter #2

Kekaisaran Timur

Bab 1 Kekaisaran Timur



Dataran Lembah Para Peri.

Pada hari ke-12 bulan Artemísios, tahun 1578.


Seorang ksatria berdiri di area bukit untuk melihat bekas-bekas peperangan yang terjadi beberapa hari lalu. Tumpukan mayat terlihat jelas oleh matanya. Ksatria tersebut mengenakan baju zirah berwarna hitam keemasan, disertai lambang kekaisaran yang menempel di tengah-tengah baju zirahnya, seakan menegaskan dia adalah seorang ksatria dari Kekaisaran Timur


Rambutnya bergelombang keriting dengan potongan pendek, serta warna rambutnya pirang kemerahan, menandakan ia seorang pejuang sejati dari Kekaisaran Timur. Warna bola matanya gelap kecoklatan. Tatapan matanya begitu intens, tajam, seperti elang..


Pedangnya menempel erat di pinggang kirinya, seakan siap bertempur dalam peperangan apa pun di dunia ini! Dua belati di pinggang kanannya seakan menemani pedangnya ke mana pun ia pergi. Nama dari ksatria tersebut adalah: Willem Edward De Graaff


William, melihat langit yang penuh kepulan asap yang menghalangi sinar matahari yang indah. Ia bicara lirih, seakan kesal dengan kepulan asap tersebut yang menghalangi sinar mataharinya "Cih, kepulan asap ini menghalangi sinar matahari," katanya sambil mengentakkan kaki di tanah. Ia lalu menoleh ke arah langit.

​Di langit, terbang begitu banyak burung pemakan bangkai yang terbang dengan bebas, seakan tak ingin melewatkan santapan besar mereka di darat-memakan orang-orang yang sudah mati akibat peperangan.


William, melihat sekelilingnya yang dipenuhi begitu banyak mayat para prajurit kekaisaran yang telah mati. Di samping itu, William, juga melihat begitu banyak manusia binatang yang telah mati akibat peperangan yang begitu brutal.

​Manusia-manusia binatang tersebut bernama


"Sylvabeasts"

(Makhluk hewan dari hutan)


Orang-orang dari kekaisaran sering menyebutnya seperti itu. Mereka hidup di dalam hutan dan dalam keadaan primitif dan nomaden. Tapi, ada juga yang hidup layak seperti manusia-seperti halnya orang-orang di Kekaisaran Timur. Mereka juga memiliki sistem pemerintahan sendiri berbentuk kerajaan.

​Nama kerajaan mereka adalah


"The Beastmen Kingdom from the West"

(Kerajaan Beastmen dari Barat)


Alasan kekaisaran menginvasi kerajaan mereka adalah karena raja mereka


"King Arthelion Wildcrown"


Raja Arthelion, tak mau tunduk di bawah Kekaisaran Timur dan menganggap Kekaisaran Timur sebagai orang-orang serakah, bodoh, dan idiot.


​Kaisar yang merasa marah dihina oleh King Arthelion Wildcrown mengerahkan sekitar 30.000 prajuritnya ke perbatasan kerajaan.

​The Beastmen Kingdom from the West di semenanjung Barat daya kerajaan tersebut.


Raja Arthelion Wildcrown yang mengetahui hal tersebut juga tidak tinggal diam.Raja Arthelion, mengancam Kekaisaran Timur dan bersumpah akan menghabisi para tentaranya, lalu Raja Arthelion, mengerahkan sekitar 60.000 pasukannya untuk menyerang lebih dulu ke pasukan Kekaisaran Timur di Semenanjung Barat kerajaan tersebut secara mendadak dan terstruktur, yang mengakibatkan sekitar lebih dari 27.000 pasukan Kekaisaran tewas dan sekitar 2000 pasukan Kekaisaran cacat permanen dan sebagiannya hilang.

​Serta, mengakibatkan 3 jenderalnya tewas dan menggantung mayat mereka di pohon secara terbalik dengan kepala yang sudah dipenggal untuk menakut-nakuti pasukan Kekaisaran dan sebagai peringatan kepada pasukan lainnya, yang menggambarkan kengerian konflik tersebut.


Mendengar pasukannya kalah telak, Kekaisaran Timur lalu mengerahkan sekitar 200.000 pasukan dan 5 dari 12 jenderal terbaiknya untuk memulai invasi kedua terhadap kerajaan tersebut. Mereka mulai membantai seluruh pasukan dari Kerajaan 'The Beastmen Kingdom from the West' dan seluruh warga desa tanpa pandang bulu yang terlibat perang dan konflik terhadap Kekaisaran.


Saat mengingat awal mula invasi tersebut sambil memejamkan matanya, dari belakang ada yang memanggil namanya; suaranya parau dan berat, menekankan kekuatan dalam dirinya.


"Tuanku Willem Edward De Graaff, Kaisar memanggil Anda untuk menemuinya di kemah utama di sebelah barat. Yang mulia Kaisar sedang menunggu Anda di sana."


​Perkataan dari prajurit elit penjaga Kaisar tersebut membuat wajah William sumringah dan merasa sangat senang mendengarnya. William, saat ini juga sedang merasa sedikit bosan melihat burung pemakan bangkai yang sedang menyantap para prajurit yang telah mati.


"Terima kasih, aku akan segera menemui Yang Mulia Kaisar sesegera mungkin," kata William sambil tersenyum kepada prajurit kekasiran tersebut."


​"Terima kasih, Tuanku," prajurit itu menunduk, seakan memberi hormat kepadanya. Baginya, berbicara kepada Willem Edward De Graaff adalah sebuah kehormatan tersendiri karena diriyah adalah salah satu jenderal terkuat di Kekaisaran Timur.


Willem Edward De Graaff, adalah salah satu dari 12 Pilar Jenderal Kekaisaran Timur, atau bisa dijuluki sebagai


"The Twelve Pillar Generals of the Eastern Empire"

(Dua belas pilar jendral kekasiran timur)


Tapi orang-orang dari Kekaisaran sering menjulukinya sebagai


"The Knight Executioner"

(Sang pemengal kesatria)


Julukan ini bukan tanpa sebab, karena setiap kali William bertarung dengan ksatria tangguh, William, akan memenggal kepala mereka jika mereka kalah. Hal ini dilakukannya sebagai rasa hormat terakhir dirinya kepada musuhnya, sebagai penghormatan terakhir sebelum mereka mati.

Lihat selengkapnya