Bab 2

Kekaisaran Timur bagian 2 - Karanos Argead.
Berdiri seorang pemimpin yang agung. Ia saat ini sedang memimpin sebuah strategi militer dan perang di hadapan para bawahannya. Matanya seperti api yang membara, berkilau intens. Tubuhnya seperti seorang pejuang sejati (tubuh kuat). Ia mengenakan baju zirah berwarna emas, dipadukan dengan goresan kasar berwarna merah darah yang melingkari baju zirahnya. Ia membawa sebilah pedang yang tergantung di pinggang kirinya-bilahnya begitu tajam, hingga setiap baju zirah yang dikenakan musuh akan terbelah seperti kain rapuh di bawah hantaman tebasan pedangnya.
Saat ini, ia dikelilingi oleh lima jenderal terkuatnya. Mereka sangat loyal padanya dan siap mati untuk dirinya. Dia saat ini sedang menyusun strategi untuk penaklukan 'Beastmen Kingdom from the West'.
Setiap kata yang ia ucapkan penuh dengan keagungan dan pesona tersendiri bagi para prajuritnya serta para jenderalnya yang begitu loyal padanya.

'Karanos Argead'
Atau lebih dikenal sebagai.
'The Emperor of the East'
(Kaisar dari timur)
Atau
'The Conqueror of the East'
(Penakluk dari timur)
Itulah namanya. Namanya begitu tersohor seantero negeri. Banyak orang yang menganggapnya sebagai seorang raja, kaisar, dan seorang pejuang sejati yang menaklukkan berbagai negeri. Namun, banyak juga orang yang menganggapnya sebagai seorang psikopat berdarah dingin, atau seorang pembunuh berhati dingin.
Tetapi, dia begitu diagung-agungkan oleh prajuritnya sebagai kaisar yang agung dari Kekaisaran Timur. Ia sering dipanggil oleh prajuritnya sebagai 'Basileus' (kaisar/raja/maharaja).
Setelah ayahnya wafat, ia naik takhta dan memimpin kekaisaran yang saat itu sedang mengalami keruntuhan akibat banyaknya korupsi dan naiknya para bangsawan yang tidak kompeten di bidangnya karena pengaruh dari nepotisme keluarganya.
Para bangsawan ini rakus atas kekuasaan dan sangat pandai dalam menjilat setiap bangsawan yang posisinya lebih tinggi darinya.
Karena hal tersebut, banyak sekali bangsawan yang tidak layak ikut dalam pemerintahan kekaisaran yang saat itu sedang sangat lemah. Kekaisaran mengalami gejolak internal akibat dari maraknya korupsi oleh para bangsawannya. Banyak bangsawan yang suka melakukan suap dan manipulasi pajak terhadap kekaisaran untuk melindungi hartanya dari para pemungut pajak kekaisaran.
Oleh karena itu, Upah para prajurit pemerintah kekaisaran tidak merata dan kadang telat dibayarkan. Hal ini sangat berisiko terhadap kekaisaran. Jika Upah para prajurit tidak dibayarkan, hal tersebut akan berpotensi berbahaya terhadap kekaisaran karena dapat menyebabkan kemarahan, desersi (pembelotan), atau bahkan pemberontakan dari para prajurit kekaisaran.
Mereka, para bangsawan ini, seperti orang yang haus akan harta bak orang yang demam tak kunjung sembuh; setiap kepuasan berubah jadi racun, dan hasrat tumbuh kembali.
Hal tersebut membuat kekaisaran semakin melemah dari dalam, bak singa jantan yang sedang digrogoti oleh penyakit dalam dirinya
Kranos, yang saat itu masih kecil, telah menyadari hal itu dari gurunya yang bernama;
'Seneca'.
