VALLIS

reiisukmawijaya
Chapter #4

Dunia para frea

Dunia para frea



Di dataran hijau yang dipenuhi tumbuhan dan bunga-bunga, pegunungan yang begitu terjal menjulang ke langit dengan pemandangan yang memukau.

​Udara sejuk menusuk hidung seperti pisau yang tajam, layaknya udara pagi yang diselimuti embun dingin. Sejauh mata memandang, semuanya tertutup oleh kabut tebal yang menggantung seperti awan yang telah jatuh dari langit, embuat dunia seakan tenggelam dalam keheningan oleh dinginnya kabut yang menutupi lembah.



Orang-orang dari Kekaisaran sering menyebutnya sebagai 'Lembah Para Peri', atau orang-orang dari Kerajaan 'The Beastmen Kingdom from the west' sering menyebutnya sebagai;


'Tír na nÓg'


(dunia para Fae)


Tempat di mana sebagian besar tentara Kekaisaran dimusnahkan oleh prajurit terkuat dari 'Beastmen Kingdom' dalam invasi pertama Kekaisaran untuk menaklukkan 'The Beastmen Kingdom from the West' yang dipimpin oleh jenderal besar mereka yang bernama;


'Raukheim'


Manusia setengah primata kera berwarna cokelat kemerahan, yang bisa disebut sebaga;


The Valley People


(Orang orang lembah)


Atau


The people of the forest


(Orang orang hutan)


Ia memiliki tubuh seperti seorang manusia yang besar. Tubuhnya memiliki tinggi sekitar 200-210 cm, berotot dengan lengan panjang yang menggantung hampir menyentuh tanah. Namun, ia juga memiliki bentuk yang jauh lebih kejam dari sekadar primata kera biasa.


​Bulu cokelat kemerahan menutupi seluruh bagian tubuhnya, tetapi di sela-selanya tampak urat otot menonjol, seakan memperlihatkan bahwa ia adalah seorang pemimpin sejati dari Para 'Sylvabeasts'. Rahangnya lebar, dan giginya memperlihatkan dua taringnya yang terlihat cukup besar untuk merobek daging manusia.


​Warna iris matanya terlihat sangat gelap. Tetapi jika diperhatikan lagi, warna matanya tidak gelap, tetapi berwarna cokelat tua dan tampak seperti berwarna hitam. Wajahnya memiliki bantalan pipi yang besar dan lebar, memperlihatkan raut wajah penuh perhatian, tenang, dan menunjukkan kecerdasan yang cukup tinggi.


​Ia memiliki senjata berupa kampak bermata dua dengan ukuran yang relatif sedikit besar, yang selalu ia bawa di punggungnya untuk menghabisi para musuhnya. Ia sangat tenang dalam setiap tindakannya.


Orang-orang dan cendekiawan dari Kekaisaran sering menyebutnya sebagai;


'The General of the Fairies Valley.'


(Jenderal dari lembah para peri)


Dialah otak di balik kemenangan serta keberhasilan dalam peperangan brutal Kerajaan 'Beastmen Kingdom from the West' yang ia pimpin melawan Kekaisaran Timur yang dipimpin oleh empat jenderal terbaik dari Kekaisaran Timur yang mendapat julukan sebagai "Yang Terkuat"


"The Twelve Pillar Generals of the Eastern Empire"


(12 pilar jenderal dari kekasiran timur)


Kampanye penaklukan ke Lembah Para Frea dimulai pada tahun 1577 saat musim gugur, hari ke-20 bulan Díos!"


​Dalam invasi pertama, Kekaisaran melancarkan serangan pada musim gugur, bulan Díos. Karanos mengerahkan sekitar 30.000 prajurit terbaik Kekaisaran Timur, disertai empat Jenderal Agungnya, untuk menghancurkan dan menaklukkan Kerajaan Para Frea-('The Beastmen Kingdom from the West')!


Invasi pertama Kekaisaran itu disebut sebagai;


'The Great Campaign of the Frea Valley's Subjugation'


( Kampanye Besar Penaklukan Lembah Frea).


Dalam perang berdarah itu, Kekaisaran memusnahkan seluruh penduduk Lembah Para Peri yang dituduh sebagai loyalis Jenderal 'Raukheim'! Pasukan Kekaisaran membantai semua penduduk Lembah Para Peri tanpa pandang bulu; baik itu wanita, anak-anak, atau orang tua (lansia), tak satu pun dibiarkan hidup! Semua penduduk tersebut dibantai habis oleh pasukan dari Kekaisaran yang dipimpin oleh empat jenderal agung mereka.


​Mereka menyulam para mayat dari penduduk Para Peri dengan cara menusukkan tombak dari duburnya hingga tembus ke tenggorokan mulut mereka (impalement)! Mayat penduduk lembah dinaikkan ke atas tiang-tiang tinggi, tubuh mereka dipasangkan pada tombak hingga seolah terangkat membatu, menatap kosong ke langit!!..


"CATATAN JANGAN DI CARI APA ITU

IMPALAMENT!!!!!!"


Hal tersebut dilakukan untuk memberikan rasa takut terhadap para pasukan dari Jenderal 'Raukheim' dan para loyalisnya.


'Raukheim' setelah mengetahui tragedi itu, ia tetap tenang...tanpa menunjukkan amarah sedikit pun. Wajahnya tidak berubah sediktpun, namun pikirannya bekerja seperti badai yang terbungkam olah amarah yang sangat besar.Ia tidak menjerit, tidak meratap; ia hanya diam... dan merencanakan pembalasan untuk setiap nyawa rakyatnya yang direnggut secara biadab oleh kekasiran timur..


Dan ketika perang berdarah berikutnya pecah, 'Raukheim' dan para pasukannya datang sebagai badai gelap yang melahap seluruh pasukan Kekaisaran Timur! Mereka menghantam pasukan Kekaisaran dengan kekejaman yang jauh lebih buas daripada apa yang pernah dilakukan oleh mereka terhadap warga desa di Lembah Para Peri. Tidak ada belas kasihan, tidak ada ampun-hanya pembalasan murni yang dingin dan sempurna!


Dalam peperangan tersebut, ia memakai berbagai macam strategi peperangan dan memanfaatkan lebatnya hutan di 'Lembah Para Peri' untuk menghabisi para prajurit Kekaisaran dari balik bayang-bayang kegelapan hutan. Lembah begitu rimbun. Serta, ia juga melakukan pengepungan untuk membuat mereka panik, serta membombardir prajurit Kekaisaran dengan anak panah serta tombak yang begitu tajam dengan baluran lapisan racun yang sangat mematikan. Hal tersebut membuat prajurit Kekaisaran merasa seperti sedang berada di neraka dunia.

Lihat selengkapnya