VAMANA

Hazsef
Chapter #64

Roda Takdir [END]

[6:21 WIB] Base Camp Sarkara

Sekelompok orang sedang berbaris rapi di sebuah lapangan berumput. Cahaya matahari pagi menyinari upacara rutin orang-orang berseragam mirip ranger yang tampak garang.

Namun pada momen itu, Pak Dadang berjalan mendekati seorang pemuda yang wajahnya tampak baru, namun terasa akrab baginya.

“Entah sudah berapa kali aku menanyakan ini, tapi ...” Pak Dadang tampak ragu. “Nak, apa kau yakin?” tanyanya memastikan.

“Ya. Sangat,” jawab pemuda itu mantap.

Pandangan Pak Dadang lalu beralih ke pemuda lain yang berbaris di sampingnya. “Bagaimana denganmu? Meskipun nantinya berbeda divisi, namun bidang ini jauh dari pekerjaan impian orang-orang seumuran kalian.”

“Tidak masalah,” jawab seorang pemuda lain yang memakai kacamata. “Saya bisa jadi penghubung informasi di saat-saat kritis.”

Pak Dadang menghela napas panjang, lalu mengangguk ringan. “Baik, kalau begitu ...” ucapnya sambil berjalan kembali di depan barisan.

“Adrian! Pigi!” panggil Pak Dadang tegas. “Mungkin kalian butuh waktu untuk menyesuaikan diri. Mungkin kalian butuh waktu untuk mengimbangi tempo kami. Tapi ketahuilah, semua itu ... bukan demi diri kita sendiri, melainkan orang lain.”

“Terkadang, di lapangan ... kita tidak hanya dituntut bertindak tepat, tapi juga cepat!” kalimat Pak Dadang tertahan sejenak. “Karena, baik bencana maupun nyawa manusia ... tidak bisa menunggu.”

Semua orang terdiam, sebelum suara Pak Dadang kembali memecah suasana. “Kalian paham semuanya?!”

“Paham, Pak!” jawab mereka serempak.

“LEBIH KERAS!!!”

“SIAP! PAHAM, PAK!!!”

“BAGUS!” balas Pak Dadang. “Setelah ini, kita akan lakukan edukasi, sekaligus uji simulasi langsung. Apa saja rintangan yang akan kalian lewati dan bagaimana cara penanganan yang tepat.”

Semua pasang mata yang berbaris di tempat itu tampak tegar, seolah mereka hendak bersiap untuk pergi berperang.

“Bagaimana perlengkapan kalian?” tanya Pak Dadang sambil memandangi wajah calon generasi penerus Ranger Sarkara.

“SIAP, AMAN, PAK!!!”

“Bagus! Kalau begitu ...” angguk Pak Dadang dengan senyuman tipis dan dada membusung. “RANGER SARKARA ... BERANGKAT!!!”

“SIAP, LAKSANAKAN!!!”

Setelah itu, ekspedisi untuk menggembleng mental dan ilmu para rekrutan baru dalam menghadapi segala rintangan pun dimulai. Atau lebih tepatnya, roda takdir dari sisa pendaki yang hilang itu ... akhirnya kembali bergerak.

Lihat selengkapnya