Veil of Roses

Penulis N
Chapter #5

5

Suasana semakin mencekam saat mereka melangkah lebih jauh ke dalam hutan, mengikuti Aleksandr yang memimpin tanpa sepatah kata pun. Langkahnya cepat dan ringan, seolah tidak terpengaruh oleh beratnya malam yang semakin dalam. Marguerite merasa terasing, seolah dunia di sekelilingnya telah berubah menjadi tempat yang tidak ia kenali lagi. Setiap sudut hutan ini seolah menyembunyikan rahasia gelap, dan Marguerite hanya bisa berharap bahwa perjalanan ini tidak akan mengarah pada lebih banyak kegelapan.

Lucien berjalan di sampingnya, tetap waspada. Matanya yang tajam sesekali mengamati gerak-gerik Aleksandr, seolah menilai apakah pria itu bisa dipercaya. Helena, di belakang mereka, menjaga jarak, matanya tidak pernah lepas dari mereka yang berjalan di depan, serta segala sesuatu yang ada di sekitar mereka.

"Apa yang sebenarnya terjadi di sini?" tanya Marguerite, mencoba memecah ketegangan yang mulai menyesakkan dada. "Kenapa kalian berbicara seperti kita terjebak di antara dua dunia?"

Aleksandr berhenti, berbalik untuk menatap Marguerite. "Kalian harus lebih memahami apa yang sedang kalian hadapi," jawabnya, suaranya begitu tenang meski kata-katanya terasa berat. "Hugo bukan hanya orang yang hilang, Marguerite. Dia adalah bagian dari sesuatu yang lebih besar, sesuatu yang sudah ada jauh sebelum kalian dilahirkan."

Marguerite mengerutkan kening. "Apa maksudmu dengan 'sesuatu yang lebih besar'?"

Aleksandr menarik napas dalam-dalam, seolah berpikir sejenak. "Ada kekuatan yang telah lama ada di dunia ini, kekuatan yang melibatkan keluarga kerajaan kalian. Kekuatan yang mampu mengubah nasib, bukan hanya kehidupan individu, tetapi nasib bangsa. Hugo, sayangnya, telah memilih untuk mengikuti jalan yang tidak bisa kalian bayangkan."

Lucien melangkah maju, menatap Aleksandr dengan tatapan tajam. "Dan kau? Kenapa kau tahu begitu banyak tentang kita? Apa tujuanmu?"

Aleksandr tersenyum tipis. "Tujuan saya? Saya hanya ingin memastikan kalian memahami apa yang sedang terjadi. Tidak ada yang bisa lari dari takdir mereka. Kalian akan menghadapi kenyataan yang jauh lebih kelam daripada yang kalian bayangkan."

Helena bergerak lebih dekat, suara dinginnya menyusup ke dalam percakapan. "Katakan padaku, Aleksandr. Apa yang sebenarnya kau inginkan dari kami?"

Aleksandr menatap Helena, matanya berbinar dengan sedikit kebingungan, lalu kembali kepada Marguerite. "Saya tidak ingin apa-apa dari kalian, selain membantu kalian memahami apa yang harus dilakukan selanjutnya. Kalian harus memutuskan apakah kalian akan terus bertarung untuk melindungi apa yang tersisa, atau apakah kalian akan menyerah pada kegelapan yang ingin menguasai dunia ini."

Marguerite terdiam sejenak, kata-kata Aleksandr berputar di pikirannya. Kegelapan yang dimaksudkan pria ini... Apakah itu tentang Hugo? Tentang kekuatan yang telah mengubah dirinya menjadi sosok yang menakutkan? Marguerite tidak tahu, tetapi ia merasa bahwa mereka sudah sangat dekat dengan jawaban yang mereka cari.

"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Marguerite, suaranya hampir terdengar putus asa.

Aleksandr menatapnya dengan penuh perhatian. "Kalian harus mencari 'Veil of Roses,'" jawabnya, suara yang terengah-engah seolah kata-katanya itu sebuah rahasia besar yang hanya sedikit orang yang tahu. "Itu adalah kunci untuk menghentikan apa yang sedang terjadi. Tanpa itu, semuanya akan jatuh."

Marguerite merasa semakin bingung. "Veil of Roses? Apa itu?"

Aleksandr tersenyum tipis. "Itu adalah artefak kuno, tersembunyi di suatu tempat yang hanya bisa ditemukan oleh mereka yang memiliki darah kerajaan. Dan kalian, Marguerite, adalah orang yang bisa menemukannya. Hanya kalian yang memiliki kunci untuk membuka jalan itu."

Lucien tampak ragu. "Tapi, apakah itu benar-benar bisa menghentikan Hugo? Apa yang terjadi jika kita tidak menemukan artefak itu?"

Aleksandr menggelengkan kepala. "Jika kalian gagal, maka dunia akan terjerumus dalam kegelapan yang lebih dalam dari yang bisa kalian bayangkan. Tidak hanya kerajaan kalian, tetapi seluruh Eropa akan terguncang oleh perubahan yang datang."

Helena mengerutkan kening. "Tunggu. Apa yang kau maksud dengan 'kegelapan yang lebih dalam'? Apa yang sebenarnya akan terjadi jika kita gagal?"

Aleksandr menarik napas dalam-dalam dan menatap mereka, matanya penuh keprihatinan. "Hugo bukan satu-satunya ancaman. Ada kekuatan yang lebih besar lagi yang akan bangkit jika 'Veil of Roses' tidak ditemukan. Dan hanya kalian yang bisa menghentikan semuanya."

Marguerite merasakan beban yang semakin berat di pundaknya. Selama ini, ia hanya berpikir bahwa melawan Hugo adalah satu-satunya tujuan mereka. Tapi sekarang, Aleksandr mengatakan sesuatu yang jauh lebih besar, sesuatu yang melibatkan lebih dari sekadar saudara kandungnya. Jika mereka gagal, seluruh dunia bisa berbalik melawan mereka.

"Jadi, kita harus menemukan artefak itu sebelum semuanya terlambat?" tanya Marguerite, meskipun hatinya penuh dengan keraguan.

Aleksandr mengangguk pelan. "Ya, dan kalian tidak akan melakukannya sendirian. Ada orang-orang yang akan mencoba menghentikan kalian. Mereka tahu betapa pentingnya artefak itu, dan mereka akan melakukan apa saja untuk mendapatkannya terlebih dahulu."

Lucien mengangguk pelan, matanya menyipit, waspada. "Kita harus bergerak cepat, kalau begitu."

Aleksandr melangkah maju, menggerakkan tangan untuk memberi isyarat agar mereka mengikuti. "Mari kita pergi. Waktu kita semakin sedikit."

Mereka melanjutkan perjalanan mereka, meskipun perasaan cemas dan berat terus menghantui Marguerite. Kegelapan yang mereka hadapi semakin membesar, dan apa yang akan mereka temui di depan sana hanya bisa diprediksi oleh mereka yang sudah mengetahui rahasia tersembunyi ini.

Marguerite tahu satu hal pasti—perjalanan ini baru saja dimulai, dan tak ada jalan pulang.

Suasana malam semakin gelap, kabut tipis mulai menutupi jalanan setapak yang mereka lalui. Hutan itu terasa semakin misterius, seperti hidup, memeluk mereka dengan bayang-bayang yang bergerak-gerak di bawah cahaya rembulan yang hanya menyisakan sedikit sinar. Marguerite merasa seperti terjebak di dalam mimpi yang tak pernah ia harapkan, dan tak tahu bagaimana cara untuk bangun.

Langkah mereka semakin perlahan, hati Marguerite semakin berat, dan seluruh pemikirannya terfokus pada kata-kata Aleksandr. Veil of Roses—artefak yang hanya bisa ditemukan oleh mereka yang memiliki darah kerajaan. Hanya dia yang bisa menemukannya, tapi apa sebenarnya yang dimaksud dengan artefak itu? Apa kekuatan yang terkandung di dalamnya?

"Ada apa dengan Veil of Roses itu, Aleksandr?" tanya Marguerite akhirnya, tak tahan menahan rasa penasaran yang membakar. "Apa yang bisa membuatnya begitu penting?"

Aleksandr berjalan di depan, matanya tidak pernah lepas dari jalan di depannya. "Veil of Roses adalah simbol, bukan sekadar benda. Itu adalah penghubung antara dunia manusia dan dunia yang lebih gelap, dunia yang selama ini tidak terlihat oleh mata biasa. Mereka yang berhasil menemukan dan menguasainya bisa mengubah takdir dunia."

Marguerite menelan saliva, mencoba mengerti apa yang dimaksud Aleksandr. "Jadi itu... bisa mengubah takdir?"

Aleksandr berhenti, lalu berbalik untuk menatapnya. "Benar. Tetapi, bukan hanya takdir yang bisa diubah. Kekuatan itu, jika jatuh ke tangan yang salah, bisa merusak segalanya. Hugo... dia sudah terlalu dekat dengan artefak itu, dan hanya dia yang bisa mengakses tempat di mana Veil of Roses tersembunyi."

Marguerite merasakan tenggorokannya tercekat. Hugo, saudaranya, telah terlalu dekat dengan kunci untuk dunia yang lebih gelap itu. Apa yang akan terjadi jika dia benar-benar menemukannya? Apa yang bisa dilakukan untuk menghentikan itu?

Helena yang berjalan di belakang mereka mendekat, tampak lebih serius daripada sebelumnya. "Kau berkata itu adalah penghubung antara dua dunia," katanya dengan suara rendah. "Apa yang akan terjadi jika kekuatan itu digunakan dengan cara yang salah?"

Aleksandr mengangkat bahu. "Dunia manusia dan dunia gelap... akan bertabrakan. Keduanya akan bercampur dan menghasilkan kekacauan yang tak terbayangkan. Banyak yang akan mati, dan yang selamat akan hidup dalam ketakutan sepanjang hidup mereka. Itu sebabnya hanya mereka yang memiliki kekuatan kerajaan yang bisa menemukan Veil of Roses. Hanya mereka yang punya potensi untuk mengendalikannya."

Marguerite mendengarkan dengan seksama, pikirannya kacau. "Jika Hugo sudah begitu dekat dengan artefak itu, kenapa kau tidak segera memberitahu kami? Kenapa kami harus menunggu begitu lama?"

"Aku tahu ini sulit diterima," jawab Aleksandr, suara berat. "Tapi untuk menemukan Veil of Roses, kalian harus memahami satu hal. Kalian tidak hanya akan berhadapan dengan Hugo. Ada kekuatan yang lebih besar lagi, yang sudah ada sejak lama, yang menginginkan artefak itu lebih dari apapun. Mereka akan menghalangi kalian dengan cara apapun."

Lucien yang berjalan di samping mereka akhirnya membuka mulut, "Siapa yang menginginkan artefak itu selain Hugo? Apa yang benar-benar ada di balik semua ini?"

Aleksandr menatap mereka dengan tatapan yang lebih dalam, seolah berpikir sejenak. "Ada satu organisasi rahasia yang beroperasi sejak zaman dahulu kala, yang menganggap Veil of Roses sebagai bagian dari takdir mereka. Mereka tahu bagaimana memanfaatkan kekuatan itu untuk mengubah dunia sesuai dengan keinginan mereka."

Marguerite merasa perutnya mual mendengar penjelasan itu. "Jadi ada orang lain yang lebih kuat dari Hugo yang juga mencarinya?"

Lihat selengkapnya