Veilbound: Beyond the Ashen Border

Diva Amane
Chapter #1

Bayangan yang Terbelenggu

Malam di Umbra Veil tidak pernah benar-benar gelap.

Di atas menara-menara batu hitam, langit berdenyut seperti luka yang belum menutup. Awan ungu pekat menggantung rendah, sesekali disobek kilatan cahaya kebiruan dari retakan energi yang mengalir jauh di balik pegunungan. Di bawahnya, kota iblis bernafas dalam kabut. Lentera mana yang menggantung di sepanjang jembatan dan lorong memancarkan cahaya redup, tertahan oleh lapisan energi bayangan yang menyelimuti distrik-distrik wilayah itu.

Namun malam itu, ada sesuatu yang salah.

Kael merasakannya sejak beberapa langkah sebelum mencapai kompleks guild.

Udara terlalu berat.

Kabut yang biasanya bergerak mengikuti arus energi dari reaktor mana justru menggumpal di sepanjang dinding benteng, menempel pada batu seperti minyak. Dari kejauhan terdengar suara gemuruh rendah yang tidak berasal dari petir.

Dum.

Dum.

Dum.

Bukan suara mesin.

Sesuatu di bawah tanah sedang bekerja terlalu keras.

Kael berdiri di bawah bayangan lengkung batu, menatap menara utama guild. Dua kapak bergagang sedang tergantung di sisi pinggangnya. Bilahnya tidak besar, tetapi cukup berat untuk mematahkan tulang dan cukup pendek untuk digunakan di lorong sempit. Jarinya mengusap salah satu gagang secara refleks.

Reaktor bayangan berada jauh di bawah kompleks itu.

Guild menyebutnya sumber kestabilan.

Para iblis menyebutnya denyut nadi Umbra Veil.

Malam ini, denyut itu terdengar seperti jantung yang sedang sekarat.

Kael mengangkat kepala.

Satu garis cahaya biru melesat di atas kubah menara, lalu menghilang.

Lonjakan ketiga.

Dalam tiga menit.

Itulah alasan dia berada di sini.

Secara resmi, Kael hanya ditugaskan melakukan pemeriksaan rutin di sektor luar. Tidak ada perintah penyelidikan. Tidak ada laporan tertulis. Bahkan tidak ada permintaan dari pengawas.

Namun selama enam tahun bekerja untuk guild, Kael belajar bahwa sesuatu yang tampak tidak penting biasanya justru menjadi alasan seseorang dibunuh.

Ia menyelinap masuk.

--o--

Pintu samping arsip guild tertutup rapat. Sebuah segel obsidian terukir pada permukaannya, membentuk pola tiga lingkaran yang saling bertaut.

Kael berlutut.

Dia mengeluarkan serpihan logam tipis dari sarung kecil di balik ikat pinggangnya, lalu menyelipkannya ke celah antara bingkai dan pintu.

Klik.

Segel pertama terlepas.

Kael berhenti.

Langkah kaki terdengar dari lorong.

Satu.

Dua.

Tiga.

Ia menempelkan punggung ke dinding.

Seorang petugas malam melewati persimpangan tanpa menoleh. Jubah abu gelapnya tersapu angin dari saluran ventilasi. Lambang guild terpasang di bahu, tiga cakar hitam yang melingkari kristal retak.

Kael menunggu sampai suara langkah itu lenyap.

Kemudian ia membuka pintu.

Bau kertas tua dan debu mana langsung menyergap.

Ruang arsip memanjang jauh ke dalam bangunan. Rak-raknya mencapai langit-langit. Ribuan gulungan, lempeng batu tipis, kontrak jiwa, laporan distribusi energi, daftar misi, dan catatan transaksi disusun dalam lorong sempit yang hanya diterangi kristal biru kecil.

Tidak ada penjaga di dalam.

Itu justru membuat Kael semakin waspada.

Ia menutup pintu tanpa suara.

Tangan kirinya terangkat.

Bayangan di bawah kakinya bergerak.

Kael tidak cukup kuat untuk disebut iblis kelas tinggi. Dia bukan penyihir pemanggil, bukan penghancur benteng, bukan pemburu yang bisa membantai satu regu dalam sekali serang.

Namun dia memiliki satu kemampuan yang cukup untuk membuatnya berguna.

Menjadi tidak terlihat ketika dunia memilih untuk tidak memperhatikannya.

Bayangan menjalar dari telapak kakinya, menyelimuti tubuhnya seperti kain tipis. Bentuknya tidak menghilang sepenuhnya, tetapi tepi tubuhnya menjadi buram. Kehadirannya menyusut.

Ia bergerak.

Rak pertama berisi distribusi energi.

Rak kedua berisi kontrak penyerahan.

Rak ketiga berisi klasifikasi iblis.

Kael terus berjalan.

Reaktor.

Dia membutuhkan kata itu.

Jarinya menyusuri punggung beberapa arsip.

Reaktor Barat.

Tidak.

Reaktor Sungai Gelap.

Tidak.

Reaktor Umbra Veil Utama.

Tangannya berhenti.

Gulungan nomor 7-A-19.

Ia menariknya.

Tidak dibuka.

Beratnya berbeda.

Kael mengerutkan kening, lalu memeriksa sisi dalam rak.

Ada lapisan kedua.

Dia menarik sebuah lempeng batu tipis yang disembunyikan di belakang arsip resmi.

Pada permukaannya terdapat simbol yang tidak pernah muncul dalam dokumen umum.

Lingkaran hitam dengan satu garis vertikal.

Segel internal.

Segel untuk dokumen yang tidak seharusnya dibaca bahkan oleh pekerja guild tingkat menengah.

Kael merasakan sesuatu mengeras di dadanya.

Ia membuka lempeng itu.

Tulisan muncul dari permukaan batu.

CATATAN STABILITAS REAKTOR — AKSES TERBATAS.

Kael membaca cepat.

Aktivitas meningkat.

Anomali gelombang ketiga.

Gangguan saluran konsumsi.

Ketidakselarasan antara input jiwa dan respons energi.

Keningnya berkerut.

Input jiwa?

Ia membalik lempeng.

Ada satu catatan tambahan.

Perubahan dimulai 17 menit setelah proses pengumpulan massal sektor utara selesai.

Kael membeku.

Pengumpulan massal.

Istilah itu pernah ia dengar.

Bukan dalam pekerjaan resmi.

Bukan dalam briefing.

Ia pernah melihatnya pada daftar distribusi tugas.

Mayat.

Kael membaca lagi.

Tanggal.

Lokasi.

Satuan.

Jumlah.

Korban perang manusia.

Jantungnya berdetak satu kali lebih keras.

Lalu kedua.

Ia membuka arsip lain.

Daftar pengiriman.

Guild tidak hanya mengelola energi bayangan.

Mereka mengambil jasad.

Menyortirnya.

Mencatat asalnya.

Mengirimnya ke fasilitas reaktor.

Kael menatap angka-angka itu dalam diam.

Ratusan.

Kemudian ribuan.

Ia menemukan tanda tangan di bagian bawah.

Bukan milik kepala teknisi.

Bukan milik pengawas reaktor.

Tanda tangan itu adalah milik pejabat aristokrat Umbra Veil.

Satu nama muncul berulang kali.

Dewan Perang.

Kael membuka berkas berikutnya.

Kali ini berupa kontrak.

Judulnya membuat tengkuknya dingin.

Pemanfaatan Sumber Hayati Pasca-Pertempuran.

Bahasanya panjang, kaku, dan dingin.

Mayat korban perang diklasifikasikan sebagai sumber energi sekunder.

Tidak ada penyebutan nama.

Tidak ada ras.

Tidak ada keluarga.

Hanya jumlah.

Kapasitas.

Efisiensi.

Kael membalik halaman.

Ada lampiran lain.

Subjek iblis.

Lihat selengkapnya