Veilbound: Beyond the Ashen Crown

Diva Amane
Chapter #17

Surat yang Tidak Sampai ke Raja

Malam telah turun sepenuhnya di Umbra Veil ketika Zareth Noctarius membuka pintu ruang arsip kerajaan.

Tidak ada suara musik dari aula istana. Tidak ada langkah para bangsawan yang biasanya memenuhi koridor setelah sidang. Bahkan cahaya dari lampu-lampu dinding terasa lebih redup di bagian bangunan ini, seolah batu-batu tua kerajaan sengaja menelan sebagian besar cahaya sebelum membiarkannya mencapai lantai.

Bau kertas tua, lilin, dan debu memenuhi udara.

Di balik pintu besi terdapat rak-rak tinggi yang menjulang sampai langit-langit. Gulungan surat, buku registrasi, map kulit, dan kotak-kotak kayu disusun berdasarkan tahun, wilayah, serta tingkat kerahasiaan. Beberapa segel kerajaan masih melekat pada dokumen yang bahkan sudah berumur puluhan tahun.

Zareth berdiri di ambang pintu cukup lama.

"Mulai dari tiga bulan terakhir."

Pejabat arsip yang menunggunya segera membungkuk.

"Yang Mulia."

"Semua catatan persuratan internal."

Pejabat itu mengangkat kepala sedikit. "Semua?"

"Pengirim. Penerima. Tanggal diterima. Tanggal diteruskan. Tingkat kerahasiaan. Jalur pengiriman."

Ada jeda.

"Termasuk salinan?"

"Terutama salinan."

Pejabat itu menunduk lagi.

"Baik, Yang Mulia."

Beberapa staf yang sebelumnya sedang menyusun dokumen segera bergerak. Rak dibuka satu per satu. Kotak-kotak dikeluarkan dari tempatnya. Bunyi kertas bergesekan dengan kertas terdengar di sepanjang ruangan.

Zareth tidak bergerak.

Tatapannya menyapu rak-rak tersebut.

Ia tidak sedang mencari surat yang hilang.

Ia mencari surat yang telah sampai.

--o--

Hampir satu jam kemudian, sebuah meja panjang telah dipenuhi dokumen.

Staf persuratan internal berdiri di sisi meja dengan wajah tegang. Di depannya terdapat empat buku registrasi yang dibuka pada halaman berbeda. Pejabat arsip menaruh beberapa map kulit berwarna hitam di bagian tengah.

"Ini seluruh dokumen yang berkaitan dengan laporan dari Solmaria dalam tiga bulan terakhir," katanya.

Zareth duduk.

"Pisahkan berdasarkan pengirim."

Satu staf segera mengelompokkan dokumen.

"Administrasi perbatasan."

"Bagian perdagangan."

"Jalur diplomatik."

"Dan ini?" tanya Zareth ketika melihat satu map yang tidak memiliki lambang kementerian biasa.

Staf itu menelan ludah.

"Jalur khusus."

"Untuk apa?"

"Dokumen dengan tingkat kerahasiaan tinggi yang membutuhkan distribusi terbatas."

"Siapa yang menentukan penerima?"

Staf itu melihat pejabat arsip.

"Secara administratif?"

"Ya."

"Pejabat yang mengklasifikasikan dokumen dapat menentukan jalur awal berdasarkan tingkat kerahasiaannya. Setelah itu, sistem persuratan meneruskannya sesuai daftar kewenangan."

Zareth mengangguk pelan.

"Jadi sistem tidak selalu mengirimkan dokumen kepada raja terlebih dahulu."

"Tidak, Yang Mulia."

Jawaban itu terlalu cepat.

Zareth menatapnya.

Staf tersebut menundukkan kepala.

"Untuk dokumen tertentu, Dewan Tertinggi memiliki kewenangan menerima salinan langsung."

"Aku tahu."

Suara Zareth tetap tenang.

"Itulah sebabnya aku bertanya."

Ruangan kembali sunyi.

Zareth membuka buku registrasi pertama.

Tanggal.

Pengirim.

Penerima.

Nomor segel.

Jalur.

Semuanya tercatat.

Tidak ada ruang kosong yang mencolok. Tidak ada tanda tangan yang hilang. Tidak ada dokumen yang tampak dibuka secara paksa.

Sistem itu bekerja.

Justru itu yang membuatnya semakin tidak nyaman.

"Ambil semua laporan mengenai situs arkeologi Solmaria."

Kali ini staf persuratan bergerak lebih lambat.

"Situs di bawah Telmora, Yang Mulia?"

"Ya."

Beberapa map diletakkan di atas meja.

Zareth membuka satu per satu.

Laporan awal mengenai reruntuhan.

Catatan pemetaan.

Laporan mengenai struktur bawah tanah.

Permintaan tambahan tenaga.

Catatan mengenai jalur yang mengarah ke barat daya.

Kemudian laporan mengenai korban dalam ekspedisi terakhir.

Jari Zareth berhenti pada satu halaman.

Ia mengenali tanggalnya.

"Ini."

Ia mengetuk halaman itu.

"Kapan laporan ini pertama kali diterima?"

Staf membuka buku registrasi.

"Pada tanggal dua puluh tiga."

"Di istana?"

"Ya."

"Di meja siapa?"

Staf itu melihat catatan lebih lama.

"Masuk melalui jalur khusus."

"Dan penerima pertama?"

Tidak ada jawaban selama beberapa detik.

Zareth mengangkat pandangan.

"Jawab."

"Dewan Tertinggi."

--o--

Api lilin bergetar ketika angin menyusup dari celah jendela sempit.

Zareth tidak menyentuh dokumen itu lagi.

"Kapankah aku pertama kali menerima laporan mengenai perkembangan situs tersebut?"

Staf membuka registrasi lain.

"Yang Mulia pertama kali menerima ringkasan pada tanggal dua puluh tujuh."

Empat hari.

Zareth menatap kedua tanggal tersebut.

"Empat hari."

"Ya, Yang Mulia."

"Selama empat hari itu, apa yang terjadi pada laporan asli?"

"Dokumen berada dalam jalur administrasi Dewan Tertinggi."

"Dan?"

"Setelah pembahasan internal, ringkasannya diteruskan ke jalur kerajaan."

"Ringkasan?"

"Ya."

Zareth menyandarkan tubuhnya.

Lihat selengkapnya