Veilbound: Beyond the Ashen Crown

Diva Amane
Chapter #24

Kapak Panjang Melawan Pisau

Bulan tertutup awan ketika bilah pertama bergerak.

Tidak ada suara perang yang mengiringinya. Hanya bunyi sepatu menggesek tanah, hembusan angin yang melewati atap rumah, dan suara dedaunan yang bergesekan di bawah malam. Permukiman Vrille telah hampir sepenuhnya tidur. Lampu-lampu di jendela tinggal beberapa, menyisakan jalur sempit di antara rumah-rumah yang diterangi cahaya pucat.

Kael melihat tangan Vynn bergerak lebih dahulu.

Bukan satu bilah.

Tiga.

Kilatan logam keluar dari balik jubah hampir bersamaan. Dua dagger berada di tangan, sementara satu lainnya sudah berpindah ke antara jari-jari Vynn. Gerakannya begitu cepat sehingga Kael hanya sempat melihat garis perak sebelum tubuhnya bergerak mengikuti naluri.

Dagger pertama menusuk lurus ke arah dada.

Kael memutar gagang kapak.

Bukan bilahnya yang menyambut serangan itu.

Gagang panjang menghantam sisi pergelangan Vynn, membelokkan tusukan beberapa sentimeter dari jalur semula. Ujung dagger melintas di samping tubuh Kael. Pada saat yang sama, Kael memutar tubuh dan mengayunkan bagian belakang gagang ke arah rusuk lawannya.

Vynn sudah tidak berada di sana.

Ia melangkah menyamping.

Dagger kedua datang dari bawah.

Kael menurunkan gagang.

Tangk.

Logam beradu.

Serangan itu terpental.

Dagger ketiga dilempar.

Kael memutar kapak di depan tubuhnya.

Bilah panjang berputar bersama gagang, menciptakan lingkaran pertahanan yang membuat dagger tersebut membelok dan jatuh ke tanah.

Vynn mundur setengah langkah.

Untuk pertama kalinya malam itu, ekspresinya berubah.

Sedikit.

Hanya sedikit.

Tetapi Kael melihatnya.

Vynn telah mengharapkan dua kapak.

Ia telah menghitung jarak yang dulu digunakan Kael.

Ia telah menghitung pola tangan kanan dan kiri yang pernah dikenalnya.

Namun senjata di tangan Kael tidak bergerak seperti dua kapak.

Senjata itu bergerak seperti satu garis panjang yang terus berputar.

"Berbeda," gumam Vynn.

Kael tidak menjawab.

Ia maju.

Bilah pertama menyapu dari kanan.

Vynn merendah.

Bilah melewati kepalanya.

Namun Kael tidak berhenti.

Putaran gagang dilanjutkan.

Ujung satunya bergerak kembali dari kiri.

Vynn melompat mundur.

Tanah berderak di bawah kakinya ketika ia mendarat.

Kael kembali ke posisi semula.

Kapak berada di depan tubuh.

Kedua tangannya mencengkeram gagang pada jarak yang berbeda.

Tidak ada gerakan yang sia-sia.

Vynn mengamati.

Itu bukan gaya lama.

Dulu Kael bertarung dengan dua titik serangan terpisah.

Sekarang hanya ada satu senjata.

Namun senjata itu memiliki lebih banyak arah daripada yang terlihat.

--o--

Vynn bergerak lebih dulu kali ini.

Ia tidak menyerang dari depan.

Tubuhnya meluncur ke kiri.

Kael mengikuti.

Vynn mengubah arah.

Kael kembali memutar kapak.

Bilah menyapu jalur masuk.

Vynn menarik kaki sebelum ujungnya mencapai paha.

Ia mundur.

Kemudian masuk dari sisi lain.

Kael memutar gagang.

Tangkai kayu dan logam panjang itu memotong ruang di antara mereka.

Vynn terpaksa menghentikan langkah.

Tidak ada celah.

Ia mundur lagi.

Kael mengejar.

Satu langkah.

Satu putaran.

Bilah horizontal melintas di depan Vynn.

Vynn merunduk begitu rendah hingga satu lutut hampir menyentuh tanah.

Bilah melewati atas kepalanya.

Ia melihat celah.

Momen ketika kapak berada di sisi tubuh Kael.

Vynn mendorong tubuh ke depan.

Dagger bergerak menuju bawah tulang rusuk.

Kael memutar gagang.

Bukan menarik senjata kembali.

Memutar.

Bagian tengah gagang menghantam pergelangan Vynn sebelum ujung dagger mencapai sasaran.

Vynn terpaksa menarik tangan.

Kael langsung memutar senjata sekali lagi.

Bilah kedua menyapu.

Vynn melompat ke belakang.

Ujung kapak hanya berjarak beberapa jari dari tubuhnya.

Ia mendarat dengan satu kaki.

Kemudian mundur.

Kael tidak mengejar.

Ia tahu lawannya sedang membaca.

Vynn juga tahu.

Keduanya berhenti.

Jarak mereka kembali terbentuk.

Vynn menatap kapak panjang itu.

Ia mulai memahami.

Kael tidak menggunakan gagang hanya untuk memegang senjata.

Gagang adalah senjatanya.

Bilah hanya salah satu ujung dari sistem tersebut.

Setiap putaran mengubah sisi serangan.

Setiap perubahan tangan mengubah pusat keseimbangan.

Dan selama Kael menjaga jarak, Vynn tidak dapat masuk tanpa terlebih dahulu melewati bagian senjata yang bergerak.

Dulu, Kael membuat lawan sibuk menghadapi dua kapak.

Sekarang ia membuat lawan berhadapan dengan seluruh panjang senjata.

Vynn menggenggam dua dagger.

Satu lagi muncul dari balik lengan kirinya.

Kael melihatnya.

"Tiga lagi?" tanyanya.

Vynn tidak menjawab.

Dagger itu dilempar.

Kael memutar gagang.

Tangk.

Bilah pertama terpental.

Dagger kedua datang dari arah berbeda.

Kael menggeser kaki.

Kapak bergerak diagonal.

Tangk.

Dagger kedua jatuh.

Dagger ketiga datang lebih rendah.

Kael tidak menangkis dengan bilah.

Ia mengubah sudut gagang.

Logam dagger membentur sisi batang dan terlempar ke tanah.

Namun Vynn sudah bergerak.

Ia menggunakan lemparan sebagai pengalih.

Tubuhnya melesat dari sisi kanan.

Kael memutar kapak.

Vynn berubah arah.

Dari kanan menjadi kiri.

Kael memutar lagi.

Vynn berhenti.

Untuk sesaat, keduanya hanya berdiri.

Vynn memandang Kael.

Kael memandang Vynn.

Tidak ada senyum.

Tidak ada kata.

Hanya pengukuran.

Vynn memahami bahwa serangan lemparan tidak cukup.

Setiap dagger yang dilempar justru memberi Kael kesempatan membaca arah.

Kapak itu terlalu panjang.

Terlalu cepat dalam rotasi.

Dan Kael tidak lagi berusaha menebas setiap serangan.

Ia membelokkannya.

Itulah perbedaannya.

Lihat selengkapnya