Veilbound: Beyond the Ashen Crown

Diva Amane
Chapter #35

Musuh yang Tidak Menyerang

Langit di atas ibu kota Umbra Veil mulai berubah warna ketika laporan pertama tiba.

Matahari sore menggantung rendah di balik lapisan awan gelap, membuat menara-menara batu istana tampak seperti bilah hitam yang tertancap di cakrawala. Cahaya kemerahan menyapu dinding luar kompleks militer, sementara lampu kristal satu demi satu menyala di sepanjang jalan. Dari halaman barat terdengar suara latihan pasukan yang belum selesai, dentang logam beradu, teriakan komandan, dan derap sepatu yang serempak menghantam batu.

Zareth Noctarius berdiri di dekat jendela ruang kerjanya ketika seorang pejabat militer meletakkan tiga laporan di atas mejanya.

Tidak satu pun memiliki segel darurat.

Itulah yang membuatnya memperhatikan.

“Dari unit berbeda,” kata pejabat itu.

Zareth tidak langsung menyentuh kertas pertama.

“Masalah yang sama?”

“Tidak persis.”

“Kalau begitu kenapa dibawa kepadaku?”

Pejabat itu ragu.

“Karena nama-namanya mulai berulang.”

Zareth mengangkat pandangan.

“Nama siapa?”

“Beberapa perwira.”

Ia akhirnya mengambil laporan pertama.

Isinya pendek. Ada perubahan sikap di antara sejumlah perwira lapangan. Tidak ada penolakan terhadap perintah. Tidak ada pembangkangan. Tidak ada unit yang menolak bergerak.

Hanya percakapan.

Keluhan tentang keputusan kerajaan.

Pertanyaan tentang kematian Dornhart.

Ketidakpuasan terhadap perubahan kebijakan militer.

Zareth membaca sampai akhir.

Laporan kedua memiliki isi yang hampir sama.

Laporan ketiga juga.

Ia meletakkan semuanya berdampingan.

“Siapa yang mengirim?”

“Pengawas internal dari tiga sektor berbeda.”

“Dan mereka tidak berkoordinasi?”

“Tidak, Yang Mulia.”

Zareth mengetuk meja dengan satu jari.

Tiga laporan.

Tiga sektor.

Nama yang sama.

Bukan bukti.

Belum.

Namun terlalu teratur untuk dianggap kebetulan.

“Bawa daftar penempatan semua perwira yang namanya muncul.”

Pejabat itu mengangguk.

“Termasuk mutasi lima tahun terakhir.”

“Ya.”

“Hubungan komando?”

“Semua.”

Pejabat itu berhenti.

“Semua?”

Zareth menatapnya.

“Kalau aku ingin mengetahui siapa yang loyal, aku perlu tahu kepada siapa mereka pernah bersumpah.”

Pejabat itu membungkuk.

“Baik, Yang Mulia.”

Pintu tertutup.

Zareth kembali melihat laporan.

Nama pertama.

Nama kedua.

Nama ketiga.

Ia mengenal sebagian besar dari mereka.

Itulah masalahnya.

Tidak ada nama asing.

Tidak ada pengkhianat yang terlihat seperti pengkhianat.

Mereka adalah orang-orang yang selama bertahun-tahun berdiri di bawah lambang Umbra Veil.

Dan mungkin justru karena itu, ancaman tersebut menjadi lebih sulit disentuh.

--o--

Satu jam kemudian, permukaan meja Zareth hampir tidak terlihat lagi.

Peta penempatan militer terbentang di atas permukaan kayu hitam. Di atasnya terdapat lembaran mutasi, catatan promosi, laporan operasi, dan daftar hubungan komando.

Zareth berdiri di tengah semua itu.

Ia memindahkan satu penanda kecil.

“Unit ketiga pernah di bawah Dornhart.”

“Benar,” jawab pejabat militer di hadapannya.

“Komandan sekarang?”

“Orang yang pernah bertugas di bawah Valrick.”

Zareth menoleh.

“Valrick.”

Nama itu terdengar berbeda sekarang.

Bukan karena Zareth baru pertama kali mendengarnya.

Valrick pernah menjadi kapten kavaleri.

Pangkatnya kemudian dicabut.

Sekarang ia hanya seorang letnan.

Seorang letnan yang seharusnya kehilangan sebagian pengaruhnya.

Seharusnya.

Zareth mengambil dokumen lain.

“Dia masih bertugas?”

“Masih.”

“Unit?”

“Tidak memegang komando besar.”

“Dan pergerakannya?”

“Normal.”

Zareth mengangkat alis.

“Normal?”

“Secara administratif.”

“Bukan itu yang kutanyakan.”

Pejabat tersebut diam.

Zareth berjalan ke sisi lain meja.

“Siapa yang ditemuinya?”

“Kami belum punya daftar lengkap.”

“Kenapa?”

“Karena tidak ada alasan untuk mencatat pertemuan pribadi seorang letnan.”

Zareth berhenti.

Benar.

Tidak ada hukum kerajaan yang mengharuskan seorang prajurit melaporkan siapa yang ia temui setelah jam dinas.

Ia tidak sedang memimpin negara yang bisa mengintip ke dalam setiap rumah.

Dan jika ia mulai melakukan itu tanpa dasar, ia justru menciptakan alasan bagi orang-orang untuk takut kepadanya.

“Lanjutkan.”

Pejabat itu membuka catatan.

“Valrick memiliki hubungan lama dengan beberapa perwira kavaleri. Ada pula mantan bawahannya yang sekarang ditempatkan di unit lain.”

“Berapa banyak?”

“Tidak bisa dipastikan sebagai satu kelompok.”

Zareth menatap peta.

Lihat selengkapnya