Veilbound: Beyond the Ashen Crown

Diva Amane
Chapter #45

Apa yang Kalian Sembunyikan

Sore telah kehilangan warna ketika cahaya matahari terakhir menembus jendela tinggi ruang tahta Umbra Veil.

Garis cahaya pucat membelah lantai batu hitam, berhenti beberapa langkah dari kaki singgasana. Debu yang melayang di udara tampak seperti serpihan abu yang tertinggal setelah pembakaran panjang. Di luar, angin menggesek dinding menara dan menghasilkan suara rendah yang terus menerus, seperti napas makhluk besar yang berbaring di balik istana.

Pertemuan seharusnya sudah selesai.

Pembahasan mengenai Dornhart telah berlangsung berjam-jam. Tidak ada kesepakatan yang benar-benar lahir dari percakapan itu. Rachlar telah mempertahankan keputusan Solmaria. Zareth telah menyampaikan keberatan Umbra Veil. Dewan Tertinggi telah beberapa kali mencoba menggeser pembicaraan ke arah tanggung jawab militer dan batas kewenangan.

Namun tidak satu pun pihak mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Zareth masih berdiri di depan singgasana.

Rachlar masih berada di kursinya.

Ketua Dewan Tertinggi sudah beberapa kali melihat ke arah pintu, seolah berharap pertemuan segera berakhir.

Rachlar justru mengangkat tangannya.

"Ada satu persoalan lain."

Tidak ada yang bergerak.

Zareth memandangnya.

"Persoalan lain?"

"Yang menurut saya jauh lebih penting."

Kali ini perubahan itu terlihat jelas.

Ketua Dewan mengangkat kepala.

Salah satu anggota di sisi kanannya berhenti memainkan cincin di jarinya.

Zareth tidak duduk kembali.

"Silakan."

Rachlar menoleh sebentar ke arah pejabat Solmaria yang berdiri di belakangnya. Pejabat itu segera membuka kotak kayu yang sejak tadi dibawanya.

Tidak ada peta besar yang dikeluarkan.

Tidak ada tumpukan dokumen.

Hanya satu map tipis.

Rachlar mengambilnya.

"Saya tidak membawa seluruh hasil penelitian kami ke sini."

"Kenapa?" tanya salah satu anggota Dewan.

"Karena ini bukan sidang pengadilan."

Rachlar membuka map itu.

"Dan karena saya tidak melihat alasan untuk menyerahkan seluruh hasil kerja Solmaria kepada kerajaan lain."

Nada suaranya tetap tenang.

Zareth memperhatikan tangannya.

Tidak gemetar.

Tidak tergesa.

Ia tampak seperti seseorang yang sudah menentukan dengan tepat apa yang akan dikatakan bahkan sebelum memasuki ruangan.

"Beberapa waktu terakhir," lanjut Rachlar, "Solmaria melakukan pemetaan terhadap jaringan struktur bawah tanah yang ditemukan di wilayah kami."

Ruang tahta menjadi lebih sunyi.

Kali ini bukan keheningan formal.

Ada sesuatu yang berubah.

Zareth melihatnya.

Bukan pada Rachlar.

Pada Dewan.

Seorang anggota yang sejak tadi duduk tegak kini perlahan menyandarkan punggung. Yang lain menoleh sekilas kepada Ketua Dewan. Tidak ada kata yang terucap, tetapi pertukaran pandangan itu terlalu cepat untuk dianggap kebetulan.

Zareth mencatatnya.

"Jaringan bawah tanah?" tanyanya.

"Katakombe."

Kata itu terdengar sederhana.

Namun salah satu anggota Dewan langsung menurunkan pandangannya.

Zareth menoleh kepadanya.

Hanya sepersekian detik.

Tetapi cukup.

Ia kembali melihat Rachlar.

"Berapa luas?"

Rachlar membalik satu halaman.

"Kami belum mengetahui keseluruhannya."

"Jadi Anda belum mengetahui apa yang sedang Anda bicarakan."

"Kami mengetahui cukup banyak untuk menyadari bahwa kami belum mengetahui semuanya."

Jawaban itu membuat Zareth diam.

Rachlar melanjutkan.

"Sembilan puluh persen struktur utama telah berhasil kami petakan."

Kali ini tidak ada lagi gerakan kecil yang bisa disembunyikan.

Salah satu anggota Dewan menarik napas.

Ketua Dewan memandang Rachlar dengan tatapan yang lebih tajam.

Zareth sendiri tetap tenang.

Namun angka itu berputar di kepalanya.

Sembilan puluh persen.

Jauh lebih banyak daripada yang ia bayangkan.

Ia bahkan belum pernah menerima laporan lengkap mengenai struktur semacam itu dari wilayah Solmaria.

"Dan sepuluh persen sisanya?" tanyanya.

"Masih berada di luar jangkauan pemetaan."

"Karena?"

"Beberapa bagian runtuh. Sebagian memiliki mekanisme pertahanan. Sebagian lain tidak dapat dimasuki tanpa risiko korban lebih besar."

Rachlar menutup map sebentar.

"Namun bagian yang telah kami petakan sudah cukup untuk memperlihatkan sebuah pola."

Zareth menatapnya.

"Pola apa?"

"Jalur."

Rachlar berdiri.

Pejabat Solmaria menyerahkan satu lembar peta yang jauh lebih kecil daripada peta ekspedisi sebenarnya.

Rachlar tidak memberikannya kepada siapa pun.

Ia hanya membentangkannya di atas meja di hadapannya.

Garis-garis tipis memenuhi permukaan kertas.

Beberapa garis berhenti.

Beberapa bercabang.

Beberapa kembali menyatu.

Namun hampir seluruh jalur utama bergerak ke arah yang sama.

Barat daya.

Zareth tidak perlu melihat peta itu lama untuk memahami arah tersebut.

Umbra Veil.

Rachlar menyentuh beberapa titik dengan ujung jarinya.

"Jalur-jalur ini ditemukan dari wilayah yang berbeda."

Ia menunjuk satu bagian.

"Kami menemukan cabang di bagian timur."

Kemudian titik lain.

"Cabang lain berada jauh di selatan."

Lalu satu lagi.

"Dan beberapa jalur yang ditemukan lebih dekat ke perbatasan."

Jarinya berhenti pada sekumpulan garis yang perlahan mengerucut.

"Namun ketika seluruh peta disatukan, arah utamanya menjadi semakin konsisten."

Ia menatap Zareth.

"Menuju wilayah Umbra Veil."

Tidak ada suara selama beberapa detik.

Kemudian terdengar kursi bergeser.

Zareth tidak menoleh.

Ia sudah melihat Dewan.

Ketua Dewan memegang sandaran kursinya lebih kuat.

Salah satu anggota yang sebelumnya tenang kini menatap peta dengan wajah yang sulit dibaca.

Yang lain menunduk.

Terlalu banyak reaksi.

Terlalu seragam.

Zareth merasakan sesuatu yang dingin bergerak di sepanjang pikirannya.

Bukan karena peta itu.

Karena orang-orang di belakangnya.

"Apakah Anda mengatakan jaringan itu dibangun oleh Umbra Veil?" tanya Zareth.

Lihat selengkapnya