Veilbound: Beyond the Ashen Treaty

Diva Amane
Chapter #2

Tangan yang Tidak Lagi Sama

Pagi turun perlahan di atas halaman pondok, membawa cahaya pucat yang belum sepenuhnya mampu mengusir sisa dingin malam. Rumput masih basah oleh embun. Uap tipis naik dari tanah di dekat pagar kayu, sementara dari kejauhan terdengar suara burung dan roda gerobak yang sesekali melewati jalan tanah menuju Telmora.

Tidak ada suara pertempuran.

Tidak ada jeritan.

Tidak ada alarm.

Hanya bunyi angin yang menggesek daun-daun di atas kepala.

Kael berdiri sendirian di tengah halaman.

Di depannya, dua kapak tergeletak di atas meja kayu.

Kedua senjata itu sudah lama menjadi bagian dari tubuhnya. Gagangnya penuh bekas pemakaian, permukaan bilahnya memiliki goresan-goresan tipis yang tidak pernah benar-benar hilang meskipun telah diasah berkali-kali. Satu kapak sedikit lebih panjang dari yang lain, tetapi keduanya dibuat untuk digunakan bersama.

Kael mengulurkan tangan.

Jari kanannya menggenggam kapak pertama.

Kemudian ia meraih kapak kedua dengan tangan kiri.

Untuk sesaat, semuanya terasa normal.

Berat.

Dingin.

Familiar.

Kael menarik napas.

Ia menurunkan kedua kapak ke sisi tubuh.

Lalu mengangkat pandangan.

Di teras pondok, Kylia memperhatikannya.

Ia tidak mengatakan apa-apa.

Sejak kembali dari Valadia, Kylia sudah belajar bahwa Kael memiliki kebiasaan buruk ketika sedang berusaha membuktikan sesuatu kepada dirinya sendiri.

Ia akan diam.

Kemudian mencoba.

Kemudian mencoba lagi.

Dan baru berhenti setelah tubuhnya memaksanya berhenti.

Kylia melipat kedua tangannya di depan dada.

“Jangan dipaksakan.”

Kael menoleh.

“Aku hanya mau mencoba.”

“Itu kalimat yang biasanya mendahului sesuatu yang dipaksakan.”

Kael tersenyum tipis.

Kylia tidak membalas.

Tatapannya turun ke lengan kiri Kael.

Lengan itu sudah jauh lebih baik dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Tidak lagi sepenuhnya mati seperti ketika pertama kali ia tersadar setelah pertempuran, tetapi responsnya masih tidak dapat diprediksi. Ada saat-saat ketika tangannya terasa hampir normal. Ada pula saat ketika perintah dari otaknya seperti berjalan melewati lorong kosong sebelum akhirnya mencapai jari-jari.

Kael mengencangkan genggamannya pada kapak.

“Aku harus tahu batasnya.”

“Dan kalau batasnya belum kembali?”

Kael tidak menjawab.

Ia memutar bahunya.

Kemudian mengambil posisi.

Kylia menghela napas pendek.

Ia mengenal posisi itu.

Kaki kanan sedikit di belakang. Lutut rileks. Kedua kapak tidak sejajar. Kapak kanan berada sedikit lebih tinggi, sementara kapak kiri menunggu di bawah garis tubuh.

Itu bukan posisi bertahan.

Itu posisi awal untuk bergerak.

Kael melangkah.

Kapak kanan bergerak lebih dahulu.

Satu tebasan diagonal.

Tubuhnya langsung berputar mengikuti momentum.

Kapak kiri menyusul dari arah berlawanan.

Gerakannya mengalir.

Cepat.

Satu pola yang telah dilakukan Kael entah berapa ribu kali.

Tebasan kanan.

Putaran.

Tebasan kiri.

Perubahan pijakan.

Kedua kapak bergerak seolah-olah saling berbicara.

Kael mundur setengah langkah.

Kemudian maju.

Kapak kanan menghantam udara.

Kapak kiri menyapu rendah.

Tubuhnya turun.

Lalu bangkit kembali dengan dorongan kaki.

Kylia memperhatikan tanpa berkedip.

Pada tiga rangkaian pertama, tidak ada masalah.

Pada rangkaian keempat, ada jeda.

Sangat kecil.

Hampir tidak terlihat.

Tangan kiri Kael terlambat.

Kapak kanan sudah menyelesaikan ayunannya ketika kapak kiri baru mulai bergerak.

Kael mengoreksi.

Ia mengubah sudut bahu dan memindahkan berat tubuh.

Kembali.

Tebasan.

Putaran.

Tebasan.

Kali ini tangan kirinya merespons.

Kael melanjutkan.

Lebih cepat.

Kylia langsung berdiri dari teras.

“Kael.”

“Aku masih bisa.”

“Aku tidak bilang kau tidak bisa.”

Kael tidak berhenti.

Kapak kanan bergerak.

Kapak kiri mengikuti.

Kaki bergeser.

Tubuh berputar.

Lalu—

Tidak ada respons.

Tangan kiri Kael berhenti sepersekian detik lebih lama daripada yang seharusnya.

Terlambat.

Momentum tubuhnya sudah bergerak.

Kapak kanan telah berpindah ke belakang.

Kaki kiri menapak.

Tubuhnya meminta tangan kiri untuk bergerak.

Lihat selengkapnya