Malam telah menelan kompleks Abbysal Sovereign ketika Vynn kembali.
Api obor menyala di sepanjang dinding batu, tetapi cahayanya terasa terlalu pucat untuk mengusir dingin yang menggantung di antara bangunan-bangunan guild. Debu pegunungan masih melekat pada mantel dan sepatu botnya. Ada noda darah yang sudah menghitam di sisi pakaiannya—sebagian bukan miliknya, sebagian lagi ia tidak lagi ingat milik siapa. Setiap langkah menuju gerbang terdengar jelas di telinganya, ditelan lalu dikembalikan oleh lorong batu seperti ketukan yang menghitung sesuatu.
Tidak ada yang menyambutnya.
Beberapa anggota guild yang sedang berjaga hanya menoleh ketika ia melewati halaman. Tatapan mereka tidak berhenti pada darah di pakaiannya. Mereka mencari sesuatu yang tidak dibawanya.
Putri Vorr.
Vynn tidak mengatakan apa-apa.
Ia terus berjalan.
Di belakangnya, kereta pengangkut yang membawa para penyintas berhenti di halaman luar. Beberapa ranger turun dengan langkah berat. Seorang membawa lengan yang dibalut kain. Yang lain kehilangan sebagian pelindung bahunya. Tidak seorang pun tampak seperti orang yang baru memenangkan pertempuran.
Karena memang tidak.
Kontrak itu telah gagal.
Tiga wizard telah mati.
Putri Klan Vorr telah diculik.
Hanya satu dari kedua fakta itu yang menentukan bagaimana laporan akan dibaca.
Vynn tahu yang mana.
--o--
Ruang laporan berada di bangunan utama guild, jauh dari hiruk-pikuk halaman. Meja panjang dari kayu hitam memenuhi bagian tengah ruangan. Di atasnya telah tersedia peta wilayah pegunungan, lembar kontrak, serta segel lilin yang belum disentuh.
Seorang penasihat guild berdiri di ujung meja ketika Vynn masuk.
"Putri Vorr?"
Vynn berhenti.
"Dicuri."
Penasihat itu tidak langsung menulis.
"Kondisi?"
"Masih hidup ketika dibawa pergi."
"Pelaku?"
"Kelompok bersenjata. Wizard sebagai inti serangan. Ranger sebagai pendukung."
"Jumlah?"
Vynn menyebutkannya.
Pena bergerak.
"Tiga wizard terbunuh?"
"Ya."
Pena tetap bergerak.
Tidak ada perubahan wajah.
Vynn memandang lembar laporan itu beberapa saat.
"Tuliskan juga bahwa mereka memisahkan kereta utama."
"Sudah."
"Mereka telah menyiapkan jalur keluar sebelum penyergapan dimulai."
Penasihat berhenti sejenak, lalu menuliskannya.
"Dan mereka tahu posisi kita."
"Ya."
"Berarti mereka memiliki informasi tentang rute."
"Mungkin."
Penasihat mengangkat mata.
"Kau tidak yakin?"
Vynn menggeleng pelan.
"Kalau mereka hanya mengetahui rute, mereka tidak akan menunggu di titik itu. Mereka mengetahui kapan kereta akan bergerak, kapan kita mengubah formasi, dan kapan mereka harus menarik diri."
Ruangan menjadi lebih sunyi.
Beberapa anggota guild yang berada di sisi lain meja saling bertukar pandang.
Salah satu dari mereka mengambil laporan sementara yang telah dibawa dari lapangan.
"Nama kelompok?"
"Belum diketahui."
"Simbol?"
Vynn mengingat sekilas lambang yang terlihat di salah satu perlengkapan musuh.
"Belum cukup jelas."
"Dan tiga wizard itu?"
Vynn menatapnya.
"Apa?"
"Mereka semua memiliki kapasitas inkarnasi yang besar?"
"Ya."
Penasihat yang tadi menulis berhenti lagi.
Kali ini bukan karena keraguan.