Veilbound: Beyond the Ashen Treaty

Diva Amane
Chapter #14

Peti Mati Sang Jenderal

Langit di atas gerbang istana Umbra Veil berwarna kelabu tua ketika rombongan dari Solmaria tiba.

Matahari sore menggantung rendah di balik lapisan awan, meninggalkan cahaya pucat yang menyentuh menara-menara hitam istana tanpa pernah benar-benar meneranginya. Angin membawa debu dari dataran tandus di luar tembok, menyusup melalui celah zirah para penjaga dan membuat panji-panji Umbra Veil berkibar berat. Di antara suara derap kuda dan roda kereta, terdengar bunyi logam yang teratur dari para prajurit yang membuka gerbang.

Tidak ada sorak.

Tidak ada sambutan.

Yang datang bukan kemenangan.

Sebuah peti mati berada di tengah rombongan.

Peti itu terlalu indah untuk sebuah perjalanan semacam ini. Kayunya hitam mengilap, diperkuat lapisan logam gelap pada setiap sudutnya. Lambang Solmaria terukir pada bagian penutup, dikelilingi pola ukiran halus yang biasanya digunakan untuk penghormatan terhadap tokoh berpangkat tinggi. Empat orang membawa tandu yang menopang peti tersebut, sementara para prajurit Solmaria berjalan di kedua sisinya dengan kepala tertunduk.

Di belakang mereka, sebuah kereta kecil membawa dokumen dan perlengkapan pribadi milik jenazah.

Ketika rombongan berhenti di depan gerbang, perwakilan Solmaria turun dari kudanya.

Seorang pejabat Umbra Veil telah menunggu di sana.

"Kami membawa kembali Jenderal Dornhart," katanya.

Perwakilan Solmaria menundukkan kepala.

"Atas nama Kerajaan Solmaria, kami menyerahkan jenazahnya kepada Umbra Veil."

Pejabat itu memandang peti mati.

Tatapannya turun ke lambang yang terukir pada permukaan kayu.

"Dengan penghormatan penuh?"

"Sebagaimana layaknya seorang jenderal senior."

Beberapa prajurit Umbra Veil maju.

Mereka tidak mengenakan perlengkapan ringan seperti pasukan kontrak yang biasa bekerja di luar wilayah mereka. Zirah mereka lebih berat, lambang kerajaan terpasang di dada, dan pedang yang tergantung di pinggang dibuat untuk medan perang, bukan sekadar pekerjaan bayaran.

Mereka mengangkat peti itu.

Tidak ada suara selain bunyi sepatu mereka di atas batu.

Satu langkah.

Dua langkah.

Kemudian melewati gerbang.

Dornhart telah kembali.

Tetapi bukan dengan pasukannya.

--o--

Kabar itu menyebar lebih cepat daripada rombongan jenazah mencapai halaman dalam.

Jenderal Dornhart telah mati.

Nama itu bergerak dari mulut prajurit ke petugas istana, dari penjaga gerbang menuju pelayan, dari lorong-lorong bawah menuju ruangan para pejabat. Tidak semua orang mengetahui bagaimana ia mati. Sebagian hanya mengetahui bahwa seorang jenderal senior telah gugur di luar wilayah Umbra Veil.

Yang lain mengingat bahwa Dornhart bukan prajurit kontrak biasa.

Ia bukan bagian dari guild luar.

Ia tidak dikirim karena sebuah kontrak sementara.

Namanya terikat pada sejarah militer Umbra Veil sendiri.

Karena itu, berita kematiannya memiliki bobot yang berbeda.

Di ruang pemerintahan, seorang pejabat berdiri di hadapan meja panjang dengan dokumen terbuka di tangannya.

"Pasukan kontrak Abbysal Sovereign juga mengalami kerugian."

Raja Zareth Noctarius tidak mengangkat kepala.

"Berapa?"

"Belum seluruhnya terverifikasi."

Zareth membalik halaman.

"Berarti belum penting."

Pejabat itu menelan ludah.

"Tiga wizard dari pihak lawan dilaporkan berhasil dibunuh."

Tidak ada perubahan pada wajah sang raja.

Lihat selengkapnya