Veilbound: Beyond the Ashen Treaty

Diva Amane
Chapter #35

Rumah yang Ditemukan

Sore menggantung rendah di atas permukiman itu, menumpahkan cahaya merah kusam di antara atap-atap batu dan cerobong yang mengepulkan asap tipis. Angin membawa bau tanah basah, kayu terbakar, dan rempah pahit dari dapur-dapur rumah yang mulai menyiapkan makan malam. Di kejauhan, suara anak-anak berlarian bercampur dengan derit roda kereta dan panggilan pedagang yang menawarkan sisa dagangan hari itu.

Vynn berdiri di balik dinding batu yang ditumbuhi lumut.

Tidak bergerak.

Di tangannya terdapat selembar salinan arsip yang sudah dilipat berkali-kali. Sudutnya telah kusut, sebagian tinta memudar karena perjalanan panjang. Namun tiga ciri yang tercatat di sana masih terbaca.

Tanduk pendek yang patah sebagian di sisi kiri.

Bekas luka tipis di bawah rahang.

Dan mata berwarna merah gelap yang, menurut catatan lama, tampak hampir hitam ketika berada di bawah bayangan.

Vynn mengangkat kepala.

Rumah di seberang jalan itu sederhana.

Dindingnya dari batu abu-abu. Atapnya miring, ditambal pada dua bagian. Ada pagar kayu rendah di depan, sebuah sumur kecil di samping, serta kebun sempit yang ditanami tanaman pangan.

Tidak ada penjaga.

Tidak ada jebakan yang terlihat.

Tidak ada lambang Abyssal Sovereign.

Vynn menurunkan arsip.

Lalu kembali melihat pria yang baru saja keluar dari rumah itu.

Tanduk pendek.

Sisi kiri patah.

Bekas luka di bawah rahang.

Mata merah gelap.

Arcante.

Tidak ada keraguan lagi.

Vynn sudah menemukan orang yang selama ini ia cari.

Masalahnya adalah Arcante tidak terlihat seperti seseorang yang sedang bersembunyi.

Ia terlihat seperti seseorang yang pulang ke rumah.

--o--

Vynn tetap berada di tempatnya.

Ia sudah terbiasa menunggu.

Dalam pencarian semacam ini, ketidaksabaran adalah cara tercepat untuk mengubah informasi menjadi kesalahan. Satu kesaksian dapat keliru. Dua kesaksian bisa kebetulan. Tetapi kebiasaan seseorang sulit dipalsukan selama berhari-hari.

Mireth mengajarinya itu.

Jangan mencari orang.

Cari pola hidupnya.

Vynn telah mengikuti pola itu melewati tiga permukiman. Seorang penjual kain pernah melihat iblis bertanduk patah membeli pakaian musim dingin. Seorang pengangkut barang mengingat pria dengan bekas luka di rahang yang membantu memperbaiki roda kereta. Seorang pemilik penginapan mengingat pasangan yang datang tanpa rombongan dan tinggal hanya beberapa malam.

Semua potongan itu pada akhirnya mengarah ke tempat yang sama.

Dan sekarang Vynn melihat sendiri hasil akhirnya.

Arcante membawa seember air dari sumur.

Ia berjalan dengan langkah biasa.

Tidak memeriksa jalan.

Tidak melihat ke belakang.

Tidak menunjukkan kewaspadaan seorang buronan.

Ia berhenti di depan rumah.

Pintu terbuka.

Seorang perempuan keluar.

Isolde.

Vynn mengenalinya dari deskripsi arsip lama, meskipun catatan mengenai dirinya jauh lebih sedikit. Perempuan itu membawa kain yang baru dijemur dan meletakkannya di pagar. Rambutnya diikat sederhana. Tidak ada senjata terlihat.

Arcante mengatakan sesuatu.

Isolde menjawab.

Jarak terlalu jauh bagi Vynn untuk mendengar percakapan mereka.

Lalu seorang anak kecil berlari keluar dari rumah.

Arcante menoleh.

Wajahnya berubah.

Bukan perubahan besar.

Hanya sedikit.

Bahu yang sebelumnya tegang menjadi lebih rendah. Matanya melunak. Ia meletakkan ember dan membiarkan anak itu menarik tangannya.

Vynn diam.

Ia pernah melihat Arcante dalam arsip.

Dalam laporan-laporan yang ditulis dengan tinta resmi, nama itu selalu disertai kata-kata seperti pengkhianat, penyihir iblis, buronan, dan ancaman tingkat tinggi.

Nama yang membuat para prajurit bergerak.

Nama yang membuat para pemburu dibayar mahal.

Namun pria di hadapannya sekarang sedang jongkok untuk mengikat tali sandal anaknya.

Vynn menatap lebih lama.

Ada sesuatu yang tidak cocok.

Bukan karena arsip itu salah.

Justru karena apa yang dilihatnya terlalu biasa.

Arcante berdiri kembali. Anak itu memegang ujung pakaiannya. Isolde mengambil ember. Mereka masuk ke rumah.

Pintu tertutup.

Vynn tidak bergerak.

Beberapa saat kemudian, asap keluar dari cerobong.

Ia menunggu lagi.

--o--

Matahari turun semakin rendah.

Bayangan rumah memanjang ke jalan.

Vynn berpindah posisi satu kali ketika seorang pedagang lewat terlalu dekat. Ia menunggu sampai orang itu menghilang di tikungan sebelum kembali mengamati.

Rumah tersebut tidak berubah.

Tidak ada orang datang membawa senjata.

Tidak ada kurir.

Tidak ada gerobak yang dipersiapkan untuk perjalanan jauh.

Tidak ada peti yang dikeluarkan dari gudang.

Tidak ada tanda bahwa keluarga itu bersiap meninggalkan tempat tersebut.

Vynn memperhatikan jendela.

Sebuah bayangan kecil bergerak di balik tirai.

Anak itu.

Beberapa saat kemudian, Arcante terlihat di halaman belakang membawa kayu bakar. Ia menyusunnya di bawah atap kecil. Isolde datang membawa sekeranjang sayuran.

Mereka berbicara.

Arcante mengambil sebagian keranjang.

Mereka masuk bersama.

Sesederhana itu.

Vynn mengerutkan kening.

Ia menunggu satu jam.

Kemudian dua.

Ia mulai menyadari sesuatu yang lebih mengganggu daripada kemungkinan bahwa Arcante sedang menyembunyikan pasukan.

Arcante tidak sedang melakukan apa pun.

Lihat selengkapnya