Veilbound: Beyond the Ashen Treaty

Diva Amane
Chapter #37

Nama Arcante

Malam telah turun ketika Vynn melihat menara hitam Abyssal Sovereign dari kejauhan.

Cahaya obor yang dipasang di sepanjang dinding guild tampak seperti bara yang ditanam di antara batu-batu gelap. Kabut tipis menggantung rendah di jalan, membawa bau tanah basah, kulit binatang, dan asap tungku dari permukiman di sekitar wilayah guild. Tidak ada musik kemenangan. Tidak ada bunyi lonceng penyambutan. Hanya derap langkah Vynn yang semakin berat ketika ia mendekati gerbang.

Ia membawa sesuatu yang selama ini tidak pernah berhasil dibawa pulang oleh siapa pun.

Sebuah lokasi.

Bukan dugaan. Bukan kesaksian tua yang kabur. Bukan nama desa yang sudah ditinggalkan puluhan tahun lalu.

Lokasi Arcante.

Vynn berhenti di depan gerbang.

Dua petugas penjaga mengenalinya. Salah seorang menundukkan kepala ketika melihat lambang tugas yang masih terpasang di tubuhnya.

"Sudah kembali."

Vynn mengangguk.

"Temui Lord Mireth."

Kedua penjaga saling melirik sebentar. Mereka tidak bertanya bagaimana pencarian berjalan. Mungkin mereka sudah tahu dari wajah Vynn bahwa perjalanan itu tidak sederhana.

Gerbang dibuka.

Vynn melangkah masuk.

Untuk pertama kalinya sejak Mireth mengirimnya pergi, ia merasa bahwa langkahnya tidak membawa kegagalan.

Namun perasaan itu tidak membuat dadanya ringan.

Justru sebaliknya.

Semakin dekat ia menuju ruang utama guild, semakin berat sesuatu terasa menggantung di dalam pikirannya.

Ia telah menemukan Arcante.

Dan sekarang ia harus menentukan apa arti penemuan itu bagi orang lain.

--o--

Ruang pertemuan Abyssal Sovereign masih menyala meskipun malam telah jauh melewati waktu makan.

Api kristal di dinding memancarkan cahaya putih kebiruan ke atas meja batu panjang. Beberapa penasehat berdiri mengelilinginya, sementara petugas guild membawa gulungan laporan dari satu sisi ruangan ke sisi lainnya. Udara dipenuhi aroma tinta, lilin, dan debu arsip yang sudah lama tidak tersentuh.

Lord Mireth berada di ujung meja.

Ia tidak sedang membaca.

Ia sedang menunggu.

Tatapan lelaki itu langsung terangkat ketika pintu terbuka.

Vynn masuk dan berhenti beberapa langkah dari meja.

"Lord Mireth."

Mireth mengamatinya dari kepala sampai kaki. Tidak ada luka besar yang terlihat. Pakaian Vynn kotor oleh perjalanan. Sepatunya penuh debu. Wajahnya lebih kurus dibanding ketika berangkat.

Tetapi matanya tidak menunjukkan kegagalan.

"Berhasil?"

Vynn tidak segera menjawab.

Ia mengeluarkan sebuah potongan perkamen dari balik pakaiannya. Perkamen itu telah dilipat berkali-kali, dengan beberapa tanda kecil yang dibuat menggunakan arang dan tinta.

Ia meletakkannya di atas meja.

"Arcante masih hidup."

Ruangan menjadi sunyi.

Bahkan tangan seorang petugas yang sedang menyusun dokumen berhenti di udara.

Mireth tidak bergerak.

Untuk sesaat, hanya nyala api kristal yang bergetar di dinding.

"Lanjutkan."

"Permukiman iblis di sebelah timur jalur dagang lama. Tidak tercatat sebagai tempat tinggal Arcante. Namanya berbeda dari semua catatan yang kita miliki."

Vynn menunjuk tanda di perkamen.

"Rumah ini berada di antara beberapa jalur pemukiman kecil. Saya menemukan kesaksian terpisah dari orang-orang yang pernah melihat penyihir dengan ciri yang cocok dengan arsip lama."

Mireth menundukkan pandangan.

"Berapa lama?"

"Saya mengamatinya selama hampir setengah hari."

"Dan?"

"Dia hidup seperti penduduk biasa."

Jawaban itu terdengar sederhana.

Namun justru kesederhanaan tersebut membuat beberapa penasehat saling memandang.

Vynn melanjutkan.

"Dia tinggal bersama Isolde."

Nama itu membuat salah seorang penasehat menarik napas pelan.

"Dan mereka memiliki anak."

Kali ini Mireth mengangkat wajah.

"Anak?"

Vynn mengangguk.

"Ya."

Ia berhenti sejenak sebelum menambahkan, "Tidak ada tanda-tanda persiapan perang. Tidak ada penjaga khusus. Tidak ada pergerakan keluar masuk yang mencurigakan. Mereka menjalani kehidupan rumah tangga biasa."

Mireth masih menatapnya.

"Apakah kau yakin itu Arcante?"

"Ya."

"Bagaimana?"

"Ciri fisik dari arsip. Cara menggunakan tangan ketika bekerja. Kebiasaan memeriksa sekitar sebelum masuk rumah. Dan..." Vynn berhenti sebentar. "Ada bekas luka lama di sisi lehernya. Sama seperti deskripsi ekspedisi tiga puluh lima tahun lalu."

Tidak ada seorang pun yang menyela.

Tiga puluh lima tahun.

Selama waktu sepanjang itu, nama Arcante hanya hidup di antara arsip, laporan ekspedisi, dan percakapan orang-orang yang sudah mulai lupa bagaimana rupa penyihir tersebut.

Kini nama itu kembali menjadi manusia.

Mireth berdiri.

Ia mengambil perkamen dari meja dan membacanya perlahan.

"Kau menemukannya."

Untuk pertama kalinya, ada sesuatu yang hampir menyerupai kepuasan dalam suaranya.

Vynn mengangguk.

"Ya."

Mireth membaca kembali tanda lokasi.

"Puluhan tahun."

Tidak jelas apakah ia berbicara kepada Vynn atau kepada dirinya sendiri.

"Puluhan tahun kita mencari."

Seorang penasehat menundukkan kepala.

Mireth melipat perkamen itu.

"Kau berhasil melakukan sesuatu yang tidak berhasil dilakukan oleh generasi sebelummu."

Vynn tidak menjawab.

Lihat selengkapnya