VII Deibus

Arifin
Chapter #1

bab #1 prolog

Malam itu langit berubah menjadi merah keunguan. Tujuh cahaya besar muncul berjejer, membentuk lingkaran raksasa yang belum pernah terlihat sebelumnya. Seluruh penduduk Desa Lembah Aruna berlarian keluar rumah, menatap langit dengan wajah penuh ketakutan.


Di antara mereka berdiri seorang pemuda berusia sembilan belas tahun bernama Arman. Ia hanyalah anak yatim yang bekerja sebagai pemburu di hutan. Hidupnya sederhana, tetapi ia memiliki keberanian yang tidak dimiliki orang lain.


Saat semua orang berdoa agar bencana segera berlalu, salah satu cahaya di langit tiba-tiba jatuh tepat di depan Arman.


Ledakan besar mengguncang bumi.


Ketika debu menghilang, sebuah pedang hitam berukir tujuh lambang kuno tertancap di tanah. Begitu Arman menyentuh gagangnya, suara misterius bergema di dalam pikirannya.


"Wahai pewaris terpilih... tujuh dewa telah memilihmu. Bangkitlah, Arman. Takdirmu adalah menyatukan VII Deibus sebelum dunia tenggelam dalam kegelapan."


Tubuh Arman diselimuti cahaya keemasan. Di lengan kanannya muncul lambang berbentuk angka Romawi VII yang menyala terang.


Penduduk desa terkejut. Sebagian menganggap Arman sebagai penyelamat, tetapi sebagian lainnya menganggapnya pembawa malapetaka.


Belum sempat Arman memahami apa yang terjadi, langit kembali bergetar. Dari celah hitam di angkasa muncul sosok-sosok berzirah hitam dengan mata merah menyala.


"Temukan pewaris VII Deibus!" teriak pemimpin mereka.

Lihat selengkapnya