Waktu Isa Sudah Lewat

Alfia
Chapter #16

Jagung Manis dan Punggung Putih

Air Terjun Coban Rondo menyambut kami dengan udara segar dan rimbunnya pepohonan. Terletak di Desa Pandansari, Pujon, sekitar 12 kilometer dari Kota Batu, tempat ini terasa seperti pelarian kecil dari panas dan debu perjalanan.

“Mister Dul bilang, coban artinya air terjun. Rondo itu janda,” Zahra menjelaskan sambil berjalan di depanku.

“Jadi Coban Rondo itu air terjun janda?” Aku meringis kecil.

“Yup,” jawab Isa santai. “Dan katanya, pasangan yang datang ke sini bisa putus, lho.”

“Tenang aja,” aku menimpali cepat. “Kita kan nggak pacaran, jadi nggak bisa putus.”

Isa menoleh. Senyumnya samar tapi hangat. Entah kenapa, aku merasa perlu menambahkan sesuatu. Tapi kuurungkan. Kadang, diam pun terasa cukup.

Kami tiba di area utama. Air terjun setinggi 60 meter itu menjulang di hadapan kami, dikelilingi pinus dan cemara gunung yang menjulang tinggi. Kabut tipis turun perlahan dari puncaknya, membawa percikan air yang membasahi wajah kami seperti hujan halus yang menyegarkan.

Anehnya, aku tak merasa risih meskipun tubuhku belum mandi sejak di Bromo. Udara di sini seperti penghapus alami rasa lengket. Justru yang terasa paling lengket hari itu adalah aku dan Isa. Sejak tiba, dia tak jauh-jauh dari sisiku. Mungkin karena tak ada lagi teman dekatnya di rombongan, atau mungkin, karena memang begitu maunya.

Kami hanya berjalan-jalan di sekitar air terjun. Tidak main air, tidak berendam. Hanya duduk, sesekali ngobrol, dan seringkali diam. Tapi diam yang menyenangkan.

Menjelang sore, aku menyempatkan diri berganti baju. Setelah itu aku kembali ke mobil dan mendapati Isa sudah duduk di kursi belakang, sendirian.

Lihat selengkapnya