Hari ini aku dan Trian mengikuti kelas Bridge Speaking di Peace. Lokasinya berada di Jalan Brawijaya, tidak terlalu jauh dari camp kami. Seperti biasa, kami datang dengan sepeda andalan, lalu duduk di ruangan yang cukup lapang dengan kipas angin berputar malas di langit-langit.
Pelajaran dimulai. Mr. Sihab berdiri di depan kelas, memegang spidol dan senyum khasnya.
“Guys, do you believe that women live longer than men?” tanyanya membuka kelas.
“I’ve read about it once,” jawabku sambil mengangkat tangan.
“Great. So why do women live longer than men?” lanjut Mr. Sihab.
“Because women like to hug, and they love to share their problems. It helps them relieve stress,” jawabku, mengingat artikel yang pernah kubaca.
“Exactly! Now, I won’t ask you to hug each other, okay?” katanya sambil tertawa. “But I want you to make groups of four. And tell your friends about your biggest problem!”
Kami pun membentuk kelompok kecil. Aku kebagian satu grup dengan Ina, Roby, dan Abi.
“Alright,” kata Mr. Sihab, “trust your friends. Let’s open up today!”