Waktu Isa Sudah Lewat

Alfia
Chapter #22

Hujan di Hari Raya

Usai menunaikan salat subuh berjamaah, para penghuni camp Logico bersiap-siap untuk salat Idul Adha. Kami berjalan kaki menuju Masjid Agung An-Nur di Jalan Panglima Sudirman, salah satu landmark kota Pare.

Masjidnya khas Jawa banget. Atapnya berbentuk limas bertingkat, dan ada kolam di depannya yang bikin suasananya tenang. Bagian dalamnya terbuka, tanpa dinding, cuma pilar-pilar besar penyangga, jadi angin luar langsung masuk.

Aku udah wudu dari camp. Sebagai orang yang jarang berhijab, memasang hijab yang cukup proper untuk salat Id itu butuh perjuangan, jadi jelas aku gak mau wudu ulang.

“Ya Allah, mohon lindungi hamba dari kentut dadakan...” aku berdoa dalam hati sambil duduk manis di saf tengah.

"Alhamdulillah, akhirnya mulai juga," gumamku lega saat pengeras suara aktif. Tapi ternyata...

"Assalamu’alaikum jemaah salat Idul Adha Masjid An-Nur. Sebelum memulai salat, mari kita dengarkan sambutan dari Ibu Bupati Kediri, dr. Hj. Haryanti Sutrisno..."

Aku spontan menoleh ke Miss Dira, “Serius nih, sambutan dulu?”

“Iya yah. Kalau habis salat, takut jemaahnya bubar duluan,” jawabnya setengah bercanda.

Hembusan angin pagi menerpa punggungku. Dingin. Aku makin khawatir. Tapi Alhamdulillah, Allah memang maha mendengar, tak ada kejadian kentut mendadak. Salat pun selesai dengan khusyuk dan mulus.

Kami berfoto-foto di sekitar masjid. Momen langka gini, kapan lagi, kan?

Dalam perjalanan pulang ke camp, saat memasuki Jalan Brawijaya, aku dan Isa berpapasan. Dia di antara rombongannya, aku bersama teman-temanku. Kami saling tatap. Saling senyum.

Hanya itu. Tapi cukup untuk bikin hatiku berdebar pelan.

Sampai di camp, aku cek HP. Ada pesan masuk.

Isa:

Lihat selengkapnya