Siang ini aku bersantai di kamar setelah kelas pagi. Camp terasa agak sepi. Zahra dan Trian sepertinya masih ada kelas, karena kamar Interjection kosong melompong. Aku baru saja menaruh tasku ketika ponselku berdering. Nama Zahra muncul di layar.
“Hallo!” Aku menjawab sambil merebahkan diri di kasur.
“Al, kamu di mana? Udah makan belum?” suara Zahra langsung nyamber seperti petasan lebaran.
“Di kamar. Belum sih,” jawabku malas.
“Sini, aku sama Trian lagi di ayam penyet. Eh... ada Isa juga!” Nada suaranya meninggi, penuh kode.
Aku langsung duduk. “Loh, bukannya Isa ada kelas jam dua belas?”
“Bentar, nih aku kasih ke dia!”