Jakarta, 2013
Sudah setahun aku tinggal di Jakarta.
Awal 2012 lalu, aku diterima bekerja di salah satu stasiun televisi nasional sebagai reporter, pekerjaan impianku sejak dulu. Dunia kerja ibu kota begitu padat dan menantang. Hari-hariku dipenuhi berita, deadline, dan tuntutan. Tapi di tengah hiruk pikuk itu, selalu ada jeda diam yang membuat pikiranku melayang ke Pare.
Kadang, saat malam terlalu sepi dan kantuk terlalu lama datang, aku teringat seseorang.
Bukan lelaki-lelaki yang sempat dekat denganku selama setahun ini. Bukan…
Lucunya, ketika semua orang itu datang dan pergi, yang justru paling sering muncul dalam ingatanku adalah Isa.