Karet Kuningan, Jakarta Selatan. Malam.
Hujan jatuh tipis, menyapu jendela kosan kecil yang temaram. Suara ibu-ibu yang tadi ngerumpi di lorong sudah lenyap. Lampu meja menyala lembut, membentuk sudut teduh tempat aku duduk menatap layar laptop.
Di sampingku, ada secangkir kopi sachet rasa vanilla yang mulai dingin. Dan file berjudul "Pare" sudah lama terbuka, tapi belum bisa kututup.
Entah kenapa, malam ini aku merasa perlu menulis ini.
Dear Isa,
Apa kabar kamu sekarang?
Kadang aku mikir, Tuhan itu lucu ya, bisa nyiptain dua orang yang cocok, tapi ngasih mereka dua jalan yang nggak saling ketemu.
Isa, aku pernah suka banget sama kamu. Aku nggak pernah bilang secara langsung. Tapi aku yakin kamu ngerasain.