Wallpaper

Rizky Brawijaya
Chapter #9

Rumah Yang Ditinggalkan


Sejak subuh, berita ramai dengan kasus dua orang lansia tewas di rumahnya sendiri sampai-sampai mengganggu sarapan Fadlan dan Rossa. Untungnya Raisa sedang main ke rumah Bu Chika dan kucing peliharaannya. Rossa yang khawatir akan keselamatan mental sang suami bergegas mengganti siaran dengan acara siraman rohani Islam.


Sembari makan nasi goreng, pasutri ini menyimak baik-baik nasihat dari ustazah yang namanya sudah populer dikalangan masyarakat apalagi temanya pas sekali mengenai Nikmatnya punya mertua yang baik dan soleh.


Tiba-tiba Fadlan menyeletuk ditengah keseriusan mereka. "Seandainya mertuaku maafkan aku hari ini. Senengnya dunia akhirat."


Rossa tertegun. Matanya menatap dengan haru karena perasaannya berprasangka suaminya sangat ingin  dicintai bukan oleh istri dan anaknya saja tapi mertua juga. "Amin." Hanya itu balasan Rossa tapi ikhlas nan tulus.


Raisa tiba-tiba pulang, membawa banyak bingkisan mengagetkan kedua orangtuanya yang masih sibuk makan. "Mama, Ayah. Ica bawa makanan banyak."


"Dari siapa Nak? Bu Chika?" tanya Rossa penasaran. Raisa membalas dengan anggukan bahagia.


Datang sosok perempuan dekat pintu rumah. Perempuan berhijab mengucap salam dengan baik dan sopan. "Assalamualaikum. Aa Fadlan, Mbak Oca."


Rossa beranjak menghampiri sumber suara. Ia begitu terkejut kedatangan putri dari Bu Chika yang selama ini sibuk merantau ke Kalimantan. "Waalaikumsalam Alika. Ya Allah, kapan sampenya?" Rossa memanggil Fadlan tuk segera menemui Alika. "Sayang, ada orang jauh nih. Dari Kalimantan."


Ia ikut terkejut begitu pandangan saling bertemu. Sempat ada candaan sedikit yang membuat suasana semakin cair. "Wah ini Orangutan Kalimantan yang cantik. Hahahaha. Canda. Lagi libur nih ceritanya?"


"Ih, rese. Iya, Lika ambil libur 4 hari doang," balas Alika.


Lihat selengkapnya