Wallpaper

Rizky Brawijaya
Chapter #13

Antiklise


(Masih) Pertengahan 2014



Setelah kejadian di parkiran, Fadlan jadi tahu kalo Rossa orang berada sebab hanya dia di sekolah ini yang antar-jemput pakai mobil mahal dimana siswa lain kebanyakan pakai motor dan kendaraan umum. Ada sih yang kebanyakan staf dan Kepala Sekolah. Fadlan jadi takut lewat parkiran. Dia harus memutar ke taman belakang supaya tidak terlihat orang tua Rossa yang menurutnya seram.

Tiga hari berlalu. Ada rasa rindu juga setelah tidak berinteraksi langsung dengan anak baru itu padahal, mereka sempat diskusi saat pelajaran kelompok kewirausahaan walau sebatas tugas. Gak lebih.

Setelah sebentar bermain sepakbola bersama teman sekelasnya, ia mengistirahatkan diri di kantin dan saat itu juga otaknya berpikir bagaimana dirinya bisa kenal baik dan dekat dengan gadis yang menurutnya cantik luar biasa. Setelah bergulat dengan pikirannya, akhirnya Fadlan menemukan satu ide cemerlang.

Pemuda itu menghampiri satu persatu penjual kantin yang semuanya kenal dekat dengannya lalu menyuruh semua penjual menggratiskan dan membayarkan jajanan dengan pembeli atas nama Rossa lengkap bersama foto paparazi yang sengaja diambil saat sedang menyendiri di pojokan kelas yang dia tunjukkan ke mereka.

Para pedagang mengangguk paham. Fadlan kembali ke tempat semula sembari memantau situasi. Beberapa menit kemudian bidadari yang pertama kali ke kantin datang seorang diri. Matanya berkeliling melihat jajanan murah seperti bakso, aneka kue dan gorengan, nasi goreng, ketoprak juga es buah. Setelah lama berkeliling, tubuhnya berhenti di tukang kue dan gorengan untuk membeli tiga roti coklat dan air mineral dingin.

"Jadi berapa Bu?" tanya Rossa sopan dan penuh senyum sembari mengeluarkan uang dari saku seragam.

Ibu yang melayani Rossa langsung menolak uang yang ditodongkannya. "Ini gratis. Buat atas nama Rossa kelas 11 A."

"Gratis? Kenapa Bu? Dan Ibu tahu nama dan kelas saya dari siapa? Saya murid baru di sini," tanya Rossa memandang curiga.

"Maaf Neng, saya gak boleh kasih tahu namanya siapa," tangkisnya sedikit ketakutan.

Perlahan wajahnya mendekat ke wajah si ibu penjual tersebut. Ia berbisik manis sembari mengancam. "Gini, saya kasih 300 ribu sekarang tapi Ibu harus kasih tahu siapa yang bikin ide ini?"

Ibu penjual aneka kue itu sempat berpikir sampai akhirnya tergiur dengan tawaran Rossa dan mengaku setelah diberikan uangnya secara tunai dan diam-diam. "Namanya Fadlan. Tapi Neng jangan bilang ke dia yah. Dia pelanggan saya di sini. Entar dia gak mau jajan lagi. Ok," balasnya pelan.

Dia hanya mengangguk lalu kembali ke kelas kemudian menghampiri si ketua kelas yang sedang mengerjakan tugas untuk memberikan titipannya. Rossa yang sudah kenal dengan Ketua Kelas menawarkan diri menjadi jasa menitipkan jajanan sekaligus ingin merasakan jajanan kantin. "Makasih Ros. Lah, jajanan lo mana?" kata si ketua kelas.

Lihat selengkapnya