Wallpaper

Rizky Brawijaya
Chapter #17

All We Know (End)


Fadlan diangkat menjadi Kepala Gudang baru setelah sepuluh hari lebih dipimpin bos utama. Dia menilai Fadlan sosok yang sudah berpengalaman dan semakin hari progresnya semakin bagus apalagi setelah ia pindah ke rumah baru yang membuat kerjanya semakin semangat. Teman-teman seperjuangan memberi apresiasi dan luapan kebahagiaan bahkan ada yang sampai minta traktir di kantin sebagai bentuk syukuran.


Kebahagiaan itu juga Fadlan bawa ke rumah. Ia berlari menghampiri Rossa yang sehari izin kerja sedang memotong sayuran di dapur kemudian langsung menjadi pendengar yang baik saat Fadlan menceritakan kabar super bahagia itu. "WOW!! Suamiku udah naik jabatan! Ya berarti kamu hebat! Aku pikir kamu pupus gak dapat promosi jadi karyawan kantor tapi sekalinya dapat, langsung jadi atasan. Ya, kamu cocok dan emang pantas dapetin itu Sayang. Selamat yah.” Rossa langsung memeluk erat tubuh suami.


Selain jabatan suami berubah, penampilan rambut sang istri juga berubah jauh lebih dewasa dan tentunya semakin meningkat rasa syukur Fadlan kepada Tuhan yang maha adil atas rejeki masa mudanya. Rambut Rossa sengaja dipotong pendek dengan model wolf cut tanpa menghilangkan poni khasnya sejak SMA.



*****


Naskah yang dikerjakan Rossa beberapa minggu terakhir akhirnya juga rampung dan naik ke tahap percetakan lalu promosi. Naskah itu berjudul 'Pemburu Kasmaran' yang menceritakan seorang bujang pemburu rusa bernama Kasmaran di hutan wilayah Eropa Barat pada abad pertengahan. Ia sengaja menembak kaki rusa betina sampai terluka parah. Saat hendak disembelih, rusa berubah menjadi sosok putri kerajaan bernama Rose dan langsung menyihir pemburu itu dengan mengubah kedua kakinya menjadi kaki rusa. Kasmaran memohon agar kakinya kembali normal namun Rose menawarkan satu perjanjian dimana jika ia berhasil menangkap Eliza, kakak kandung berupa rusa hitam bertanduk emas yang telah kabur bertahun-tahun akibat disihir ibu tirinya, maka kedua kakinya bisa kembali normal bahkan diangkat menjadi panglima kerajaan.


Rossa menggambarkan cerita ini hampir seperti kehidupan kasmarannya dengan Fadlan yang dikenal tak mudah menyerah untuk membahagiakan keluarga. Perjuangan dalam perburuan impian yang telah ditanamkan sang suami, pas dengan karakter si pemburu rusa itu yang terkenal gigih meski ada luka dan tantangan yang harus dipatahkan, sampai di akhir cerita Kasmaran diangkat menjadi panglima kerajaan setelah mampu menyelesaikan misinya dan nikmatnya lagi, Kasmaran menjadi suami Eliza meski Rose yang lebih dahulu jatuh cinta dengan Kasmaran sebab belum memenuhi syarat usia kerajaan untuk menikah.




November, 2016



Rossa mengalami persalinan pertamanya di usia tujuh belas tahun. Rasa sakit dan jerih tangisnya dilontarkan sekencang-kencangnya di kamar bersalin. Fadlan sebagai pendamping ikut menangis sembari memegangi tangan istrinya yang mengeram kencang. Dia tahu rasa sakit itu sampai proses persalinan terhambat karena bayi di dalam rahimnya sulit dikeluarkan akibat tenaga yang dimiliki sang istri semakin lama semakin lemah. Orangtua Rossa tidak datang mendampingi, jadi, satu-satunya harapan Rossa yang bisa menemaninya survive adalah suaminya di samping Tuhan juga para tenaga medis bahkan Rossa ikhlas mengorbankan nyawa demi Raisa bisa merasakan dunia yang indah sekaligus kejam.


Setelah perjuangan hebat dan menguras seluruh tenaga akhirnya Rossa dan Raisa selamat walaupun induknya langsung pingsan karena pendarahan hebat dan lelah. Dokter dan para suster mengapresiasi perjuangan pasutri belia itu meski rasa menyayangkan tidak bisa dibohongi dari ekspresi wajah mereka. Tahu tidak? disaat itu pertama kalinya juga Fadlan menggendong bayi yang bukan dari kecambahnya sendiri tapi tangis yang semakin kencang mulai menggambarkan sosok ayah yang tulus. Itu semua demi harga diri seorang Rossa yang telah di corengkan keadaan dan keluarganya sendiri.




Ia siuman beberapa jam kemudian. Tubuh mungilnya terbaring bersama Raisa dalam balutan bedongan dan Fadlan yang setia duduk menemani. Ucapan terima kasih dari sang istri tak henti ia lepaskan dari rongga mulutnya hanya untuk seorang suami yang baik. "Makasih sudah menyelamatkan aku dari semuanya."


Fadlan mengangguk dengan mata membengkak. "Iya. Kamu hebat Ros."


Sang istri menguap lebar seperti singa yang hendak mengantuk. "Aku mau tidur lagi. Ngantuk Sayang."


Fadlan lalu mengeluarkan earphone kabel dan menawarkan sebuah lagu. "Mau butuh penghantar tidur?"


"All We Know," singkat Rossa.


Fadlan membantu memasukkan salah satu earphone ke telinga kirinya. Begitu musik diputar perlahan ia memejamkan matanya sampai tepat lagu selesai, dengkur indah dari mulutnya terlontar pelan. Fadlan mencabut kembali earphone, membiarkan dia pulas, menikmati mimpi indahnya sampai puas.


"I love you Ros. I love you Raisa." Fadlan bergantian mencium kening mereka kemudian kembali duduk, menatap manis pemandangan antara anak dan ibu tak lupa membuat catatan penting di ponselnya.


Satu sekolah tahu kamu mengandung anak saat datang acara pengumuman kelulusan.

Satu keluarga besar kamu tahu, kamu tidak bisa jadi perempuan yang menghargai dirinya sendiri.

Satu lingkunganmu juga tahu kamu anak yang nakal, bahkan Tuhan pun tahu kamu makhluk ciptaannya yang gagal.

Tapi...

Kamu tetap menjadi lulusan terbaik dan berprestasi di sekolah dengan nilai sempurna.

Kamu tetap menjadi anak yang baik dan menganggap mereka berharga.

Kamu tetap menyapa tetangga-tetanggamu yang telah memandangmu rendah bahkan, kamu tetap meminta bantuan Tuhan agar iman dan imun mu kuat menghadapi semuanya.

Yang paling terpenting, kamu tetap terbaik di mata suamimu yang bodoh sedunia.



Lihat selengkapnya