WAR GAME

Hermawan
Chapter #5

Masih Ragu

Pangeran Diponegoro terasa asing di tanah kelahiran sendiri. Dia adalah putra istana, namum dia tersingkir dalam kemegahan istana karena perbuatan ibu tiri dan patih Danurejo. Kini dia bersama istri-istrinya hidup di Tegalrejo secara sederhana. Rumah milik nenek buyut menjadi tempat perlindungan dari panas dan hujan yang sering terjadi di tanah Jawa ini.

Belanda telah merenggut seluruh pemerintahan kerajaan Mataram Yogyakarta. Bangsawan dari Mataram Yogyakarta yang tak setuju dengan ketentuaan dan keingginan Belanda. Semua dilengserkan oleh Ratu Agung dan Patih Danurejo digantikan dengan orang yang belum tentu mampu menjaga nilai-nilai ajaran islam dalam kebenaran sesungguhnya.

Pangeran Diponegoro terlihat duduk di pendapo ketika sholat subuh sudah ditunaikannya. Dia membuka kitab suci Al Quran untuk sekedar membaca dan memahami isinya. Surat Al Ikhlas yang terasa kuat dalam kalbunya telah menjelma.

Bismillaahi rohmaanir rohiim.

Maksudnya adalah "Saya memulai membaca surat Al-Ikhlas ini dengan menyebut nama Allah sambil memohon pertolongan kepada-Nya agar dapat membaca firman-Nya, memahami maknanya dan dapat mengambilnya sebagai petunjuk." Setiap pekerjaan yang baik, hendaknya dimulai dengan menyebut asma Allah, seperti makan, minum, menyembelih hewan, menaiki kendaraan, membaca Al Qur'an di awal surat, masuk dan keluar masjid, mengunci pintu, masuk dan keluar rumah, menulis surat, hendak berwudhu' dan sebagainya. Allah ialah nama Zat Yang Mahasuci, yang satu-satunya berhak disembah dengan sebenarnya disertai rasa cinta, takut dan berharap kepada-Nya, Zat yang tidak membutuhkan makhluk-Nya, tetapi makhluk yang membutuhkan-Nya. Ar Rahmaan (Maha Pemurah): salah satu nama Allah yang memberi pengertian bahwa Allah memiliki rahmat (kasih-sayang) yang luas mengena kepada semua makhluk-Nya, sedangkan Ar Rahiim artinya Allah Maha Penyayang kepada orang-orang mukmin. Kepada orang-orang mukmin itu diberikan-Nya rahmat yang mutlak, selain mereka hanya memperperoleh sebagian daripadanya. Ar Rahmaan dan Ar Rahiim merupakan nama Allah yang menetapkan adanya sifat rahmah (sayang) bagi Allah Ta'ala sesuai dengan kebesaran-Nya.

Qul huwalloohu ahad.

Dengan memastikan, meyakininya dan mengetahui maknanya. Dan jawablah dengan surah ini orang-orang yang bertanya tentang siapa Allah Subhaanahu wa Ta'aala?

Dia sendiri dengan kesempurnaan, memiliki nama-nama yang indah dan sifat-sifat yang tinggi yang sempurna serta perbuatan-perbuatan yang suci, dimana pada semua itu tidak ada yang menyamainya.

Alloohushshomad.

Yakni yang dituju dalam semua kebutuhan. Oleh karena itu, makhluk yang berada di bawah maupun di atas semuanya membutuhkan-Nya, meminta dan berharap kepada-Nya untuk dipenuhi kebutuhan mereka, karena Dia sempurna dalam sifat-sifat-Nya; Dia Maha Mengetahui yang sempurna ilmunya, Dia Mahasantun yang sempurna santunnya, Dia Maha Penyayang yang sempurna sayangnya dimana rahmat-Nya meliputi segala sesuatu, demikian pula sifat-sifat-Nya yang lain.

Lamyalid walam yuulad.

Di antara kesempurnaan-Nya adalah bahwa Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, karena sempurnanya kecukupan-Nya. Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman:

“Dia Pencipta langit dan bumi. bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu.” (terjemahan Surat Al Ana’aam: 101).

Wa lam yakullahu kufuwan ahad.

Baik dalam nama-Nya, sifat-Nya maupun perbuatan-Nya. Karena tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.

Pangeran Diponegoro kembali membuka lagi lembaran Al Quran. Dia kembali membaca Surat Al Kaafiruun.

Bismillaahi rohmaanir rohiim.

Maksudnya adalah "Saya memulai membaca surat Al-Kaafiruun ini dengan menyebut nama Allah sambil memohon pertolongan kepada-Nya agar dapat membaca firman-Nya, memahami maknanya dan dapat mengambilnya sebagai petunjuk." Setiap pekerjaan yang baik, hendaknya dimulai dengan menyebut asma Allah, seperti makan, minum, menyembelih hewan, menaiki kendaraan, membaca Al Qur'an di awal surat, masuk dan keluar masjid, mengunci pintu, masuk dan keluar rumah, menulis surat, hendak berwudhu' dan sebagainya. Allah ialah nama Zat Yang Mahasuci, yang satu-satunya berhak disembah dengan sebenarnya disertai rasa cinta, takut dan berharap kepada-Nya, Zat yang tidak membutuhkan makhluk-Nya, tetapi makhluk yang membutuhkan-Nya. Ar Rahmaan (Maha Pemurah): salah satu nama Allah yang memberi pengertian bahwa Allah memiliki rahmat (kasih-sayang) yang luas mengena kepada semua makhluk-Nya, sedangkan Ar Rahiim artinya Allah Maha Penyayang kepada orang-orang mukmin. Kepada orang-orang mukmin itu diberikan-Nya rahmat yang mutlak, selain mereka hanya memperperoleh sebagian daripadanya. Ar Rahmaan dan Ar Rahiim merupakan nama Allah yang menetapkan adanya sifat rahmah (sayang) bagi Allah Ta'ala sesuai dengan kebesaran-Nya.

Qul yaa'ayuhal kaafiruun.

Katakanlah (Muhammad), "Wahai orang-orang kafir!  

Laa a’budu ma ta’budun.

Aku tidak menyembah apa yang kamu sembah.

Wala antum ‘aabiduun ma’a’bud.

dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.

Wala ana ‘abidum ma’abadtum.

dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah.

Wala antum ‘aabiduun ma’a’bud.

dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.

Lihat selengkapnya