Warisan Abu

Nurul Adiyanti
Chapter #20

20. Bayangan yang Berbicara

Setelah Sutedjo dan para stafnya pergi, ruang tamu menjadi sepi, bau parfum pun mereka masih terasa di ruangan. Cheril berdiri di tengah ruangan, masih menatap layar televisi yang menampilkan berita tentang pembekuan aset Ayahnya. Namun pikirannya fokus pada satu nama yang baru disebut Louis, yaitu Om Richard. Louis berjalan ke meja bar di sudut ruangan dengan santai, seolah situasi ini sudah ia perhitungkan sembari meletakkan sebuah tablet di atas meja, dalam jangkauan Cheril. Layar tablet menyala, menampilkan folder yang dikunci dengan sistem keamanan.

“Kamu tidak percaya padaku, kan, Cheril?” tanya Louis sambil menuang air mineral ke gelas.

“Kamu masih menganggap Om Richard orang yang berjuang untuk keadilan, padahal dia sebenarnya hanya mencari keuntungan dari situasi ini,” lanjutnya. Cheril mengambil tablet itu, tangannya dingin dan sedikit gemetar saat menyentuh layar.

“Om Richard kehilangan semuanya karena Ayahku, dia dipenjara dan dijauhi dari dunia bisnis. Kenapa dia malah bekerjasama dengan Ayahmu kalau dia tahu Tuan Robert terlibat dalam kasus yang menjatuhkan hidupnya?”

“Karena dia ingin membalas,” jawab Louis.

“Bukan hanya tentang uang, tapi juga urusan pribadi. Om Richard yang memperkenalkan Ibumu kepada Ayahku dua puluh dua tahun lalu di sebuah acara di Singapura. Dia juga yang memberikan informasi tentang kondisi internal keluargamu, kasus Cikupa bukan kebetulan, itu bagian dari rencananya,”

“Tidak mungkin! Ini pasti data yang sudah kamu ubah!” kata Cheril dengan suara naik.

“Lihat sendiri, gunakan tanggal lahir Ibumu sebagai kata sandi,” kata Louis. Cheril menelan ludah, lalu memasukkan angka 15-05-1970.

Sebuah video rekaman lama muncul. Gambarnya sudah kurang jelas dan terlihat banyak gangguan. Latar tempatnya sebuah bangunan tua di Singapura. Di video itu terlihat Maya saat masih muda, berdiri bersama seorang pria, Cheril langsung mengenalinya, itu Om Richard saat masih lebih muda. Di depan mereka ada Tuan Robert Theodore.

“Perhatikan bagian ini,” kata Louis dari belakang Cheril.

Dalam rekaman, Om Richard terlihat menyerahkan sebuah map merah kepada Robert. Mereka berbicara serius. Maya juga terlihat cukup dekat dengan Robert dalam interaksi tersebut.

“Itu pertemuan awal sebelum kesepakatan asuransi gedung dibuat sebulan kemudian di Jakarta,” jelas Louis.

“Richard yang menyarankan ibumu untuk mendekati ayahku supaya urusan bisnis berjalan lebih mudah. Setelah kejadian kebakaran dan masalah hukum, Richard dijadikan pihak yang disalahkan. Sejak itu dia berusaha membalas dengan cara lain.”

Cheril langsung meletakkan tablet itu ke sofa.

Lihat selengkapnya