Warung Epistemik Pagi 06.00 Wib

Jumadil Awal
Chapter #4

TEKAD BULAT

Kosan "Epistemik" — Ruang Tamu, Pagi, 07.30

Pagi hari berikutnya, mereka bertiga duduk di ruang tamu dengan tiga cangkir kopi instan. Deng membawa buku catatannya. Mang membawa laptop. Bung membawa telepon genggamnya—sudah dipenuhi dengan nomor-nomor supplier bahan bangunan.

Malam sebelumnya, mereka sudah mengambil keputusan besar. Kini saatnya eksekusi.

Deng memulai, "Oke, kita bagi tugas. Gue urus hitungan dan survei harga. Mang urus sistem kasir dan administrasi. Bung urus negosiasi dan hubungan sama supplier."

Bung mengangguk. "Gue udah cari info. Tukang loak Madura di pinggir kampus jual kursi bekas. Harga satu kursi 25 ribu. Meja 100 ribu. Kalo kita ambil 4 kursi + 2 meja, total 300 ribu. Masih bisa nego."

Mang menimpali, "Gue udah mulai bikin struktur data buat kasir. Variabel modal, stok, sama pendapatan. Nanti kalo udah jalan, tinggal input aja."

Deng menulis di buku catatannya. "Material bangunan: bambu 50 batang, kayu reng, paku, genteng. Total sekitar 1,8 juta. Perlengkapan dapur: kompor gas, tabung gas, teko, gelas plastik 100 biji, sendok, gula, kopi. Total 1,5 juta. Sisa 2,7 juta buat cadangan dan operasional 2 bulan pertama."

Bung menatap angka-angka itu. "Kita harus siap kalo 2 bulan pertama sepi."

"Makanya," Deng menjawab, "kita harus strategi. Promosi, kualitas, dan pelayanan. Gue udah hitung: kalo kita jual 50 gelas sehari selama 60 hari, kita balik modal. Tapi itu target maksimum. Target minimum: 25 gelas sehari. Itu masih aman."

Mang menutup laptopnya. "Gue udah siap. Kapan kita mulai?"

"Besok," kata Deng. "Besok kita cari material ke tukang loak. Lusa kita bangun warung."

Mereka bertiga saling pandang. Ada senyum kecil di wajah masing-masing. Ini adalah hari di mana mereka resmi menjadi pengusaha—meskipun belum punya apa-apa selain tekad dan uang SPP yang belum mereka tarik.

Bung mengangkat cangkirnya. "Gaskeun."

Mang menambahkan, "Tapi sebelum semua itu, kita harus tarik uang SPP dulu. Dari ATM."

Deng mengangguk. "Jam 9 bank buka. Kita ke ATM bareng-bareng."

ATM Bank — Depan Kampus, 09.15

Lihat selengkapnya