Haikal berjalan menembus lautan murid di hadapannya. Matanya tertuju pada satu wajah yang sudah diincarnya sejak ia memasuki gedung olah raga tempat ia dan banyak lagi pelajar di seluruh Bandung mengikuti Try Out salah satu universitas besar di Bandung. Sudah sejak lama ia ingin menyapa gadis yang sedang berkumpul dengan teman-temannya itu, namun entah kenapa ia seakan tidak memiliki kesempatan. Padahal mereka sudah agak lama saling kenal, namun mereka lebih sering hanya saling melempar senyum ketika berpapasan, atau hanya menyapa ketika gadis itu bicara pada pacarnya, Andanisa.
"Hey, Kal."
Sebuah suara menghentikan langkahnya dan ia segera menoleh. Ia bisa melihat tubuh kecil temannya sejak SMP melompat-lompat minta diperhatikan sambil menyengir lebar.
"Hey, Unyil!" Haikal menyambut teman lamanya sambil menjabat tangan gadis itu. Sudah lama mereka tidak bertemu.
"Mau ke mana?" tanya Si Unyil pada Haikal.
Haikal yang takut kehilangan sosok yang dicarinya di kerumunan manusia masih menoleh-noleh dan sedikit-sedikit berjalan ke arah di mana gadis itu masih berkumpul dengan sesama temannya.
"Temen Kal di sana, Nyil. Takut keburu ilang. Sini ikut, yuk!" Haikal mengajak si Unyil sekalian sambil terus berjalan. Si Unyil mengikuti Haikal sambil terus bicara.
"Temen kamu yang itu?" tiba-tiba Si Unyil berhenti ketika mereka tinggal beberapa langkah dari tujuan Haikal.