"Hai Andah."
"Haiii."
Lalu gadis itu berlalu begitu saja setelah membalas sapaan Fla, berjalan dengan cepat menuju kelasnya di IPA 4. Cita dan Wia, dua sahabat Fla, menatap Fla dengan heran. Enam bulan yang lalu, Fla memang ikut upacara adat bersama Andah untuk acara perpisahan anak kelas 3, dan saat itu pula mereka dekat satu sama lain. Tetapi semenjak mereka kembali ke habitat masing-masing, mereka pun jarang sekali bicara, bahkan menyapa pun jarang. Jadi adalah aneh kalau Fla tiba-tiba menyapa Andah hari ini.
"Tumben nyapa?" tanya Wia sambil memicingkan matanya curiga.
"Is nyapa crime?" Fla membalas.
"Engga juga sih. Cuma asa udah lama aja gitu kalian udah gak saling sapa," Wia mengangkat bahunya dengan cuek.
"Tahu, nih! Kamu merasa bersalah kan kemarin boncengan sama Haikal?" Cita menusuk pinggang Fla dengan telunjuknya.
"Ih? Tau dari mana aku balik bareng Haikal?" Fla mendengus.
"Maneh ngilang, sih! Jadi aku panik nyariin kan, mana si Fla. Si Yus cerita, kamu pulang sama anak IPA 1 yang tinggi banget, pake kacamata." Cita memanyunkan bibirnya.
"Uuuuu... siapa lagi kalau bukan Haikal!" Wia menimpali Cita. "Ati-ati, siah! Nanti kamu disangka perebut pacar orang!"
"Heh! Sumiati! Pertama, aku cuma diajakin pulang bareng sama dia karena dia mau curhat. Kedua, dia udah putus sama Andah. Ketiga, aku gak suka gitu ya, sama Haikal. Keempat, kemarin aku ketemu sama temennya Rey."
"Pertama," Cita membalas gaya bicara Fla, "poin keempat akan kita abaikan karena; gak relevan dengan yang akan dibahas. Kedua, yakin gak suka Haikal? Dia kan, tipe kamu banget! Kulitnya bersih, tinggi kurus, kacamata, pinter." Cita mengacungkan jarinya satu persatu setiap poin.