Way Back To You

Al Szi Anszi
Chapter #10

BAB IX

Jam istirahat pertama, Fla, Cita, dan Wia kasak-kusuk di bagian paling belakang perpustakaan, di bagian buku-buku sastra. Mereka tidak ada niat untuk beristirahat, makan camilan, menonton anak-anak cowok main bola atau main kartu di kelas seperti biasa. Karena ucapan Dinita pagi tadi, Cita terus-terusan mendesak Fla untuk bercerita tentang apa yang dimaksud gadis itu. Tapi bel sekolah terlanjur berbunyi dan tidak ada jam kosong pagi itu, jadi Cita dengan tidak sabar menunggu jam istirahat pertama.

"Dinita keki banget ya sama Haikal kayaknya?" Wia menyurengkan keningnya ketika Cita dengan singkat menjelaskan situasi sebelumnya. Karena tempat duduk dan barisan duduk Wia berbeda, dia tidak tahu apa yang terjadi tadi pagi.

Fla menghela napas berat. Dia tidak mau bergosip. Tapi dengan terpaksa ia membuka mulutnya dan mulai bercerita.

Dimulai ketika mereka masih kelas 2, beberapa bulan sebelum akhir tahun ajaran. Andah dan Fla sedang menunggu pelatih tari untuk Pagar Ayu di aula sekolah. Sebetulnya mereka ada enam orang, tapi tiga lainnya adalah anak kelas 1 dan mereka masih makan siang, sementara teman mereka yang satu lagi sedang pacaran di kantin. Mereka berdua jadi mengobrol akrab sambil tertawa-tawa. Mereka ternyata menyukai idol K-pop yang sama. Ketika mereka sedang asyik membicarakan salah satu adegan variety show yang dihadiri idol kesayangan, Dinita melewati aula yang pintunya masih terbuka lebar.

"Fla! Adhan katanya jadi pagar bagus? Mana dia?" Dinita berjalan menghampiri Fla dan tiba-tiba membeku. Ia menatap Andah yang duduk di seberang Fla, namun dengan cepat memalingkan wajahnya ke Fla.

"Oh, dia lagi makan dulu sama cowok-cowok yang lain. Kenapa?"

"Eh… nanti aku cari aja, deh, ke kantin. Thanks. Bye." Dinita segera pergi tanpa melirik Andah sedikit pun, yang mana adalah wajar menurut Fla, karena mereka mungkin memang tidak kenal.

Tetapi setelah kejadian itu, Dinita yang terkadang masih ada di sekolah sampai sore dengan teman-teman satu gengnya yang beda-beda kelas, tiba-tiba menghampirinya. Fla sedang membeli minuman ketika istirahat latihan. Dengan masih menggunakan samping di pinggangnya, Dinita menariknya ke salah satu bangku kosong.

Lihat selengkapnya