"Aku udah kapok, ya, suka sama orang."
Fla membanting tasnya ke atas meja dengan napas mendengus kesal. Wia dan Cita yang pagi itu sedang makan cimol di bangku Fla terbengong-bengong sesaat. Fla duduk menggeser Wia sampai mepet ke tengah bangku dan merebut tangkai tusuk satenya untuk menusuk camilan aci bulat-bulat itu.
"Ye! Kaya pernah suka sama banyak orang aja!" Wia berusaha merebut kembali tusukan cimolnya tapi Fla menghindar.
"Serius, deh! Kenapa, sih, maneh? Kayanya keluar bioskop kemaren malah merenung kaya orang banyak utang?" Cita menatap Fla.
"Kalian, siah, ih!" Fla mengembalikan tusuk cimol kepada Wia sambil mencibir.
"Naon (apa)?" Wia balas mencibir.
"Gara-gara kalian ngemeng-ngemeng Haikal suka juga sama aku, jadi aku berharap banyak!"
"Eh, kita gak ngomong gitu, ya! Kamu yang asumsi!" Cita tertawa.
"Kata-kata kalian itu menggiring menuju kesimpulan!" Tandas Fla.
Setelah menceritakan betapa cantik dan sempurnanya Andah di mata Haikal (menyandingkan Andah dengan Rivalina Trina), Fla mendengus kesal.
"Kirain, kemarin bener-bener dia suka sama aku." Fla mengeluh sebal.
"Seriusan ya, Fla. Bukan cuma kita yang tahu kalian, orang lain aja bakal ngira kalian pacaran!" Cita menunjuk-nunjuk dirinya dan Wia bergantian sambil bicara. "Kemarin si Adhan nanya, si Yus nanya, si Resky nanya. Dinita aja sampe bilang kayanya Haikal beneran suka sama kamu!"
Fla tertegun sejenak. "Terus apa yang salah? Apa ada detil kelewat? Jangan-jangan dia memang sebenernya gak pernah berenti ngomongin Andah?"
"Jangan nyari yang salah, kamu gak salah. Wajar ge-er karena cowok itu baik, bela-belain, perhatian, ngomong kangen, usap-usap kepala, pegangan tangan! Haikal juga gak salah kalau dia melakukan hal itu sama semua temennya. Nah, pertanyaannya, dia gitu juga gak sama semua temennya?" Wia berteori panjang lebar.
"Gak tau juga, sih! Jarang juga liat dia interaksi sama cewek lain." Fla berpikir.
"Sama kita?" Wia memiringkan kepalanya. "Dia gak gitu sama kita." Dia menunjuk dirinya dan Cita. Cita ikut memiringkan kepalanya sambil mengangkat alis.
"Kalau dia gitu sama semua cewek menurutku malah jadinya dia kayak playboy gitu gak, sih? Masa semua cewek digituin? Masa dia gak tahu kalau kayak gitu tuh bikin orang baper?" Cita menatap Wia serius.