Blurb
Bagi Bungah, menikah bukan tentang cinta—melainkan rumah.
Sebagai anak perempuan pertama dari keluarga Brahmana, Bungah harus segera menikah agar rumah warisan ayahnya tetap jatuh kepadanya. Syaratnya hanya satu: lelaki itu harus Ida Bagus dan bersedia menjadi sentana, meninggalkan keluarganya untuk masuk ke keluarga Bungah.
Di antara banyak kandidat, Bungah memilih Ida Bagus Raka Narapati—seorang penulis yang hidup dengan berusaha menerima kondisi biologisnya sebagai seseorang yang pernah terlahir dengan kelamin ganda dan tidak memiliki kemampuan untuk menghasilkan keturunan secara alami tanpa bantuan medis.
Sebelum pernikahan dilangsungkan, Raka terus terang pada Bungah soal keadaannya. Dan dengan tegas perempuan itu menjawab, "Aku nggak masalah dengan itu."
Jawabannya tidak lantas membuat Raka yakin, tetapi melihat Bungah yang akan dijodohkan dengan lelaki lain yang suka mabuk, pada akhirnya ia menerima lamaran perempuan itu, walaupun ia tahu, hidup di dalam griya seorang brahmana dengan kondisi biologis yang tidak bisa menjamin keturunan secara alami adalah tantangan besar, Raka dan Bungah tetap memilih menjalani pernikahan ini.
Dan ternyata, ujian mereka berdua sebagai sepasang suami istri baru saja dimulai. Gunjingan keluarga Bungah, keraguan perasaan Raka, dan pertanyaan perempuan itu yang menohok: bisa nggak pernikahan ini selamanya aja?
Di akhir cerita panjang ini, Raka harus sudah menemukan jawabannya.