We Were Never Really Over

Desy Cichika
Chapter #48

Hanya Beban

Pagi itu, hujan baru saja reda, menyisakan embun yang menggelayut malas di dedaunan. Udara terasa dingin dan basah, namun suasana di teras rumah Nazharina justru terasa kontras—begitu hangat, seolah sisa-sisa kedekatan semalam enggan menguap begitu saja.


​Nazharina berdiri memeluk tubuhnya sendiri, rambutnya dikuncir asal, menatap Arian yang sudah bersiap di samping mobil hitamnya.


​“Kamu yakin nggak mau sarapan dulu?” tanya Nazharina pelan.


​Arian menggeleng tipis. “Aku harus cepet sampai di kantor pusat. Ada rapat koordinasi mendadak sama jajaran direksi.”


Ia menatap wajah Nazharina dalam-dalam. Namun, sebelum ia membuka pintu mobil, Arian melakukan sesuatu yang di luar dugaan.


​Ia melangkah mendekat, lalu perlahan berlutut di hadapan Nazharina. Di atas teras yang masih lembap, Sang CEO AM Global itu merendahkan tubuhnya, lalu mendaratkan sebuah kecupan yang sangat lembut dan lama di perut Nazharina yang masih rata.


​“Papa pergi kerja dulu ya. Jagain Mama,” bisiknya rendah, cukup untuk membuat mata Nazharina berkaca-kaca.


​Arian bangkit berdiri, mengecup kening Nazharina perlahan sebelum akhirnya melumat bibir wanita itu dalam ciuman perpisahan yang dalam. “Aku telepon nanti di jam makan siang,” bisiknya sebelum masuk ke mobil.


​Beberapa meter dari situ, di balik celah pagar tetangga yang rimbun, Shelby berdiri dengan tangan bergetar hebat. Ia bukan cuma mendapatkan foto ciuman, tapi ia merekam semuanya. Video di ponselnya menangkap dengan jelas momen Arian berlutut dan mencium perut Nazharina.


​“Demi Tuhan...” Shelby berbisik tak percaya. “Dia hamil? Anak Pak Arian?”


​Senyum miring muncul di wajah Shelby. Ini bukan sekadar gosip kantor. Ini adalah amunisi untuk meruntuhkan takhta. “Habis kamu, Nazh. Kali ini nggak akan ada yang bisa selametin kamu.”


***


​Suasana Hotel Velaris berubah drastis hanya dalam hitungan jam. Di pantry staf, karyawan berkerumun layaknya lebah yang menemukan nektar busuk.


​“Pak Arian beneran nggak balik lagi ke sini?” tanya salah satu staf admin.


​“Resmi ditarik ke pusat. Tapi kabar burungnya bukan itu yang bikin heboh,” sahut yang lain sembari menunjukkan layar ponsel. “Ada yang dapet video. Tadi pagi Pak Arian keluar dari rumah Nazharina. Kayaknya sekretaris kesayangan kita itu lagi berbadan dua, soalnya Pak Arian berlutut nyium perutnya.”


​“Hamil?! Jadi selama ini mereka...?”

Lihat selengkapnya