"Jika langit bisa mengingat, maka ia pasti masih menyimpan kita di suatu tempat di antara bintang-bintang itu."
────୨ৎ────
Ada malam-malam ketika langit terasa lebih dekat daripada biasanya.
Malam ketika suara dunia perlahan menghilang, menyisakan keheningan yang membuat seseorang berhenti melangkah hanya untuk menatap bintang-bintang. Malam ketika kenangan datang tanpa diundang.
Aku duduk di balkon, membiarkan waktu berjalan sebelum akhirnya ingatan itu kembali datang. Entah sudah berapa lama aku tidak merasakan sesuatu yang baru. Semuanya terasa seperti gema dari hidup yang sudah berakhir.
Di kejauhan, lampu-lampu kota berpendar seperti lautan cahaya, berusaha mengalahkan bintang-bintang yang menggantung di langit malam. Aku memandangnya lama, hingga sebuah suara klasik yang tersimpan kembali terdengar di dalam ingatan.
"Bintang mana yang paling kamu sukai?" Suara itu lembut, sementara matanya menatap ke langit.