Pada hari ke dua mereka datang kemari, dari kantor polisi yang ada di depan toko kue favoritku itu, tempat di mana anak perempuanku yang masih berumur tujuh tahun memakan sepotong kue cokelat sambil memandangi jalan raya, menghitung mobil atau mengamati pejalan kaki. Dan aku, tentu saja, memilih croissant tanpa isi dengan segelas kopi panas.
Hari ini mereka datang ke rumah—ketika aku sedang menonton berita soal bencana alam yang sebenarnya tidak benar-benar kuperhatikan.
Tayangan itu rasanya berganti-ganti cepat di depan mataku, nyaris seperti kilatan cahaya yang lewat berulang tepat di depan wajahku. Aku tahu semenit lalu berita itu soal banjir bandang, setelahnya aku tidak tahu lagi. Sebenarnya aku mencari acara kuis yang biasa kutonton setelah makan siang, tapi entah kenapa aku tidak menemukannya di chanel mana pun. Jadi aku berhenti secara acak dan tidak peduli lagi dengan tayangan yang ada.
Dua orang. Satu bertanya, satu mencatat. Seolah satu orang saja tidak mampu melakukannya secara bersamaan, seolah itu pekerjaan yang sulit untuk dilakukan sendiri.
Aku duduk di kursi makan, punggung tegak, tangan terlipat, jariku menekan lengan kardiganku yang lembut—nyaris seperti sedang menunggu tamu yang salah alamat.
“Bisa anda ulangi bagaimana anda menemukan perempuan itu di properti suami anda?” Aku mengangguk singkat. Dan aku selalu tahu bahwa setelah aku melaporkan suamiku karena kejadian itu, giliranku akan segera menyusul.
Suara televisi terdengar hingga ke dapur. Kebetulan lantai di ruang tamu kami sedang direnovasi—tepat sebelum semua ini terjadi, hingga aku tidak tahu di mana lagi aku harus menerima tamu di rumah ini.
Suamiku memang suka sekali melakukan renovasi. Entah sudah berapa kali dalam setahun ia merubah ruangan, atau sekedar mengecat ulang dinding yang sebenarnya tidak terlalu kotor. Tidak ada yang boleh terlihat tidak serasi satu sama lain, tidak ada yang boleh terlihat berantakan. Barang bergeser sejengkal saja dia akan menyadarinya, lalu dia akan mengembalikan pada posisinya semula. Sesuai dengan standarnya.