Who Killed the Omniscient Narrator?

RoomOfCreation
Chapter #3

DRAFT 2

Oke ….

Sebelum kamu tahu apa isi fail yang dibaca Iriya, ada baiknya kita pindah dulu ke … waktu di mana Iriya berada Ron & Wald. Kita kesampingkan dulu soal isi fail, agar kamu nantinya tidak bosan membaca cerita ini.

Apalagi, kalau kamu adalah tipe pembaca yang punya rentang fokus atau rentang perhatian rendah. Atau pula, kalau kamu adalah tipe yang punya kemampuan kognisi rendah. Sudah jelas, kamu tidak akan melanjutkan membaca cerita ini.

Karena … aku benar-benar butuh bantuanmu. Jadi tolong, tetap baca cerita ini.

Yah, melanjutkan narasi di prolog, Iriya segera berjalan menuju arah pria yang melambaikan tangan ke arahnya.

Ah … siapa tadi namanya?

Aguni?

“Nona Wiseman ….” Aguni berdiri sambil menjulurkan tangannya, saat Aaliyah mendekat. “Sebuah kehormatan bagi saya, diwawancarai oleh Anda.”

Aaliyah dengan ‘senyum yang dipaksakan’, menjawab tangan Aguni.

“Tidak,” balas Aaliyah serendah hati mungkin, “Saya yang seharusnya merasa tersanjung, untuk mewawancarai Anda di ….”

Aaliyah berhenti bicara, lalu melihat keadaan sekitar. Melihat ke sudut-sudut ruangan di mana dia punya trauma masa kecil di sini.

Yah, ini kehormatan saya mewawancarai Anda di Ron & Wald,” lanjutnya, “Di waktu yang sangat … spesial, Tuan Dahaka.

“Aguni,” koreksi Aguni, “Saya lebih suka dipanggil dengan nama depan saya, karena saya tidak ingin ada kecanggungan dalam wawancara ini. Jadi cukup Aguni, tanpa embel-embel ‘Tuan’.”

“Lagipula,” lanjutnya, “Saya ingin wawancara ini, lebih terasa akrab.”

Cringe ….

Basa-basi yang sangat basi, kan, yang baru saja dikatakan oleh Aguni? Kamu juga pasti merasakan, kalau tadi itu benar-benar dialog klise. 

Ya, itu yang dirasakan oleh Iriya. Membuat dia hanya tersenyum penuh kepalsuan.

Yah, anggap saja, untuk menutupi rasa tidak nyaman yang mulai menjalar ke seluruh tubuhnya.

Kini mereka duduk berseberangan. Aguni terus melemparkan senyum, yang jujur saja membuat dada Iriya berdegup kencang. Mulai ada rasa aneh yang menjalar ke seluruh tubuh, saat mata Iriya bertemu dengan mata ungu Aguni, dan membuat napas Iriya terasa berat.

Lihat selengkapnya