Who Killed the Omniscient Narrator?

RoomOfCreation
Chapter #12

DRAFT 11

Dari cara mereka memandangku sekarang, jelas Iriya dan Aguni menuntutku untuk terus bicara. Sesuatu hal yang tidak pernah aku dapatkan sebelumnya.

Kamu tahu ….

Chad, bisakah kamu dia?

Chad, tutup mulutmu, kamu terlalu berisik!

Chad, kami tidak ingin mendengarkan suaramu sekarang!

Chad, kamu lebih berguna jika diam!

Yah, itu yang setiap hari aku dapatkan, saat aku mulai berbicara atau mengeluarkan pendapat. Sebuah ironi memang, karena aku seorang narator, tetapi harus diam tidak boleh bercerita.

Apakah ini karena aku berbeda dengan narator yang lain? Apa karena aku seorang narator yang bisa … breaking the 4th wall?

Ah, sudahlah!

Kalau aku terus-terusan seperti ini, tahu-tahu, bab 11 akan kehabisan jatah kata.

“Setelah manusia bisa menulis,” kataku ke mereka, “Gaya bercerita makin berkembang pesat. Memperluas ruang hampa, yang kemudian … terciptalah, duniaku.”

“Dunia yang disebut dengan nama Gëssun Deiß, atau yang sekarang lebih dikenal dengan nama … Narrative World, tempat para narator hidup.”

“Jadi, sebelum aku melanjutkan perkataanku,” lanjutku, “Apakah di antara kalian berdua, ada yang ingin ditanyakan?”

“Antarokh ….” Iriya maju selangkah, dengan kedua tangan menyilang di dada. Kedua matanya, menyisir dinding-dinding putih tanpa ujung Antarokh. “Sebenarnya, tempat apa ini?”

Setelah mendengar pertanyaan Iriya itu, aku berjalan sedikit menjauh dari mereka. Aku pun memandang ke arah langit-langit. Kemudian, aku mengeluarkan fluxtarp dari kantungku, dan menunjukkannya ke arah mereka.

Lihat selengkapnya