Who Killed the Omniscient Narrator?

RoomOfCreation
Chapter #18

DRAFT 17

Aku melihat ke arah langit-langit, di mana aku mengikat Putnam dan Badr Iyah yang asli.

Keduanya aku gantung terbalik, dan kini mereka menatap balik ke aku. Kamu tidak perlu tahu, bagaimana aku mengikat mereka di sana. Karena hal yang lebih penting sekarang adalah, reaksi dua tokoh fiktif di depanku.

“Apa niatmu yang sebenarnya?” kata Iriya dengan nada yang … yah, ketakutan.

Itu wajar, buat dia bereaksi seperti itu. Kalau kamu ada di posisi Iriya yang saat berkata seperti itu, dan berada di belakang Aguni seperti sedang mencari perlindungan, kamu wajar untuk takut. Terlebih lagi, banyak perkataanku dari tadi, sangat kontradiktif dengan kondisi sekarang.

“Oke …,” kataku sambil mengambil fluxtarp dari kantungku, dan itu membuat Aguni—yang sekarang dalam posisi kuda-kuda beladiri Vampire bernama Wanchu—makin bersiaga. “Lupakan dulu, semua yang aku katakan dari tadi, dan biarkan aku bicara soal apa yang sebenarnya aku lakukan.”

Aku pun segera melemparkan fluxtarp, yang lalu mendarat di dekat kaki Aguni. Ya, ini sebagai jaminan, kalau aku tidak akan menyerang mereka. Walaupun, tidak ada gunanya juga, aku menggunakan fluxtarp untuk menyerang.


“Pernahkah kalian … ah, tidak, ada spesifik pertanyaanku ke Aguni,” kataku menatap ke arah Aguni, sambil berharap, kalau wajahku tidak seperti hamster konstipasi. “Sebagai seorang Vampire, Aguni … ah, aku harus disclaimer dulu, kalau aku sama sekali tidak mencari simpati ke kalian, karena apa yang akan aku ceritakan ini.”

“Oke, aku tanya ulang ke kamu, Aguni,” lanjutku, “Sebagai Vampire, kamu pasti tiap hari, merasakan apa yang aku rasakan. Ketakutan dengan orang-orang di sekitarmu, karena tahu kamu siapa. Bahkan, kamu menjadi seseorang yang tidak pernah dipercaya, bukan karena kamu memang tidak bisa dipercaya.”

“Tapi itu semua, karena kamu sedang menjadi dirimu sendiri.” Aku berjalan sedikit menjauh ke mereka, sambil melihat ke arah atas, dan jelas terlihat dari mata Badr Iyah, dia memohon agar aku melepaskannya. “Kamu tidak dipercaya, hanya karena kamu selalu jujur dengan apa yang kamu lakukan.”

“Jawab dengan jujur Aguni, tentang ketakutanmu, jika kamu membuka diri ke dunia, bahwa kamu adalah Vampire. Karena aku tahu, soal impianmu agar manusia dan Vampire, hidup berdampingan itu,” kataku lagi, “Salah satu alasan, kenapa kamu meminta Iriya yang jadi orang untuk mewawancaraimu.”


Lihat selengkapnya