Why It Is

Fataya
Chapter #2

Chapter 2

Hari berlalu begitu cepat. Tanpa disadari aku dan Reza semakin dekat. Sekarang aku lebih sering menghabiskan waktuku bersama Reza daripada Syafrani yang sudah mulai sibuk dengan urusan pribadinya. Dia juga sekarang jarang mengabari saat tidak masuk sekolah. Itu membuatku kesepian dan harus bersama Reza kalau ingin tertawa.

“Kak Faya mau minum apa?” tanya Reza.

“Udah, Za. Gak usah. Aku cuma pengen ngobrol aja sama kamu,” ucapku santai.

Namun Reza malah masuk ke dalam rumahnya dan keluar dengan membawa segelas es teh dan setoples biskuit lalu menyodorkannya di depanku. Aku yang sedari tadi duduk di atas rumput yang berada di samping rumah reza merasa senang kalo Reza perhatian padaku.

“Makasih, Za,”ucapku singkat.

“Iya, kak. Sama-sama,” balasnya lalu ikut duduk disampingku,” Kakak mau aku ceritain gak tentang sesuatu?” tawarnya.

“Apa?”

“Tentang seseorang yang udah buat aku berubah,” jawabnya.

“Lalu.”

“Dulu aku terlalu pendiam dan cuek banget sama cewek. Setiap ada cewek yang ingin mendekatiku, aku selalu menghindar. Tapi entah mengapa pada suatu hari aku bertemu dengan seseorang yang bisa membuatku berubah. Dari tatapannya saja sudah membuatku ingin memperjuangkannya. Hanya saja aku belum siap untuk mengutarakannya. Bagiku dia terlalu hebat untuk meluluhkan hati yang begitu beku ini……”

“Beruntung banget ya, dia bisa disukai sama kamu. Kamu itu udah baik, perhatian, dan gak kayak anak-anak biasanya yang suka mainin hati perempuan apalagi yang bikin kecewa,” ucapanku memotong cerita Reza.

Reza hanya tersenyum, ”Namanya siapa, sih. Kalo boleh tau?” tanyaku.

Aku melihatnya bingung ingin mengucapkannya atau tidak.

”Kalo gak boleh tau sih nggak papa. Itu kan privasi kamu. Aku gak berhak tau dan aku juga gak bisa maksain kamu buat ngasih tau,” ucapku lalu membuka toples biskuit.

Lihat selengkapnya