Why It Is

Fataya
Chapter #6

Chapter 6

Aku sudah siap untuk pergi ke acara pesta keluarga Erlangga. Dengan dress sepanjang mata kaki, aku melangkahkan kaki keluar rumah. Aku mengunci rumah dan berjalan menuju gerbang. Aku melihat Erlangga sudah berada di depan gerbang dengan mobilnya. Mungkin karna hari spesial ini Erlangga membawa mobil dan bukan motornya. Aku segera keluar dari gerbang dan mendekati Erlangga. malam ini Erlangga tidak membawa motornya, melainkan mobil. Saat aku hendak menutup gerbang, aku melihat Reza juga baru keluar dari gerbang rumahnya. Dia hendak menghampiriku namun aku sudah ada di dekat Erlangga yang menuggu di samping mobilnya. Reza mengurungkan langkahnya untuk mendekat padaku. Aku melihatnya. Reza hendak masuk kembali ke rumahnya, namun aku sudah berlari ke arahnya dan berhenti tepat di belakangnya. Reza membalikkan badannya.

“Kak Faya malam ini cantik. Mau keluar sama Erlangga, ya?” tanyanya sedikit kaku. Aku mengangguk.

Tidak seperti biasanya Reza seperti ini dan penampilan Reza juga tidak seperti biasanya. Aku sedikit heran padanya.

“Za, kamu mau kemana? pasti mau jalan ya sama cewek kamu?” tebakku.

Reza terlihat bingung harus menjawab apa.

“Iya, kak,” jawabnya singkat.

Malam ini Reza terlihat spesial dari biasanya. Semoga malam ini dia tidak gagal saat bersama orang yang dia suka.

“Y udah, Za. Aku pergi dulu, ya. Erlangga udah nunggu dari tadi,” ucapku lalu meninggalkan Reza yang masih mematung di depan rumahnya.

Tanpa ada ucapan dari Reza aku berjalan meninggalkannya dan masuk ke dalam mobil Erlangga. Dari dalam mobil aku melihat Reza masih berdiri mematung di depan pintu gerbangnya. Erlangga pun mengemudikan mobilnya menuju suatu tempat.

Lihat selengkapnya