"Aldoooo banguunnn!” teriakku membangunkan Aldo yang masih tidur.
Aku tau ini masih jam lima pagi. Tapi aku ingin mengusili Aldo yang sudah membuatku kesal kemarin. Aku tidak peduli dia akan marah atau tidak. Tapi biasanya dia tidak akan marah malah usil balik padaku.
“Apaan sih, Fay. Ini kan hari libur, gue mau istirahat aja!” ucap Aldo yang masih memeluk gulingnya.
Aku menarik selimut Aldo dan membangunkan Aldo kembali. Tak peduli berapa kali aku membuat Aldo terduduk namun ia malah kembali berbaring di ranjangnya. Hampir setengah jam aku membangunkannya dan aku mulai kesal. Aku mengambil gelas yang berisi air lalu kucipratkan ke wajah Aldo. Senjata ini lumayan ampuh untuk membangunkan Aldo.
“Oke-oke gue bangun! puas Lo,” ucapnya kesal.
Aku hanya tertawa kecil saat melihat Aldo emosi seperti itu. Lalu aku melihat Aldo beranjak dari ranjangnya dan berjalan menuju kamar mandi.
“Do, gue tunggu di ruang tamu! Kita jogging ya pagi ini,” ucapku sedikit berteriak.
Aku turun ke bawah dan menunggu Aldo di ruang tamu. Namun saat aku sudah menginjak anak tangga yang terakhir, aku mencium bau masakan dari arah dapur. Aku memutuskan untuk pergi ke dapur membantu mama yang sedang memasak.
“Ma, Faya bantu ya!” ucapku.
Aku meraih pisau yang ada di dekat tembok dan membantu mama memasak. Aku memotong beberapa sayuran setelah itu meracik bumbu untuk sayuran yang ku potong tadi.
Hampir setengah jam aku membantu mama memasak dan akhirnya selesai. Sekarang saatnya membawa makanan yang sudah siap ke meja makan. Aku mengangkat nasi dan berjalan menuju ruang makan. Disana aku melihat Aldo yang sedang duduk di meja makan sambil memainkan ponselnya.
“Nah ini, tadi bilangnya di ruang tamu malah nyasar ke dapur!” ucap Aldo sedikit kesal.
“Yaelah, Do. Gue ke dapur juga bantuin mama masak bukan ngabisin makanan,” ucapku sedikit sewot.
Aku kembali masuk ke dapur dan mengambil lauk yang sudah matang untuk di bawa ke meja makan. Aku melihat Aldo hanya memainkan ponselnya tanpa memedulikan nasi yang ada di depannya.
Selesai membawa makanan, aku duduk di samping Aldo yang masih memainkan ponselnya. Aku ingin melihat apa yang sedang Aldo lakukan dengan ponselnya, namun Aldo menutupi layarnya sehingga aku tidak dapat melihat apa yang sedang Aldo lakukan.
“Do, lot ngapain sih daritadi? Gue liat senyum-senyum mulu?” tanyaku curiga.
“Kepo banget sih lo, Fay,” jawab Aldo singkat.
“Kepo kan artinya peduli,” balasku tidak ingin kalah.
Aldo tidak menghiraukan ucapanku lagi. Aku hanya bisa manyun saat Aldo tidak peduli dengan keberadaanku. Aku menunggu mama yang masih di dapur datang ke meja makan, setelah itu kami akan sarapan bersama.