Blurb
Tujuh hari setelah pemakaman ibunya, Widuri menemukan sebuah koper tua yang terkunci. Di dalamnya tersimpan dua puluh tiga surat yang ditujukan kepada seorang pria bernama Rendra—surat yang tak pernah terkirim selama lebih dari dua puluh tahun.
Pencarian terhadap sosok Rendra membawa Widuri menyusuri kenangan ibunya, Sri Wahyuni, seorang mahasiswi yang hidup di tengah gejolak krisis 1998. Sedikit demi sedikit, Widuri menyadari bahwa hidup ibunya dibentuk oleh cinta, kehilangan, dan sebuah penantian yang tak pernah benar-benar berakhir.
Di antara surat-surat yang menguning, rahasia keluarga, dan sejarah bangsa yang belum selesai, Widuri harus memutuskan apakah masa lalu layak dibuka atau dibiarkan menjadi kenangan.
Novel tentang cinta, kehilangan, ibu dan anak, serta luka sejarah yang terus hidup dalam ingatan.