Blurb
Ternyata hari itu bukanlah pendakian biasa, melainkan permainan antara jiwa-jiwa yang menuntut dendam. Seperti badai yang berarak datang menuju puncak Alpen, niat-niat itu pasang dan surut. Namun, satu hal tetaplah pasti: sang binatang harus mendapat pelajaran.
Itulah keinginan Gianna Pabst sampai Ark Kahler berada di antara dirinya dan sang binatang. Dia bukanlah musuh. Bukan juga teman. Hanya jiwa yang memiliki niat lebih kuat, yaitu kematian sang binatang.
Akankah Jia merelakan bagiannya untuk membalas dendam kepada Ark? Atau justru nuraninya tergolak dan menginginkan tujuan yang sama dengan laki-laki itu? Tidak ada tempat untuk drama! Itu adalah milik badai yang akhirnya datang mengamuk, membawa longsoran salju.
Menceraikan.
Mengasingkan.
Mengantarkan dendam menuju akhir.